AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Trump: Kepatuhan ‘Wajib’ pada Abraham Accords Jadi Syarat dalam Pembicaraan Gencatan Senjata dengan Iran

Admin May 26, 2026 at 19:04
Trump: Kepatuhan ‘Wajib’ pada Abraham Accords Jadi Syarat dalam Pembicaraan Gencatan Senjata dengan Iran

Berdasarkan laporan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyerukan agar beberapa negara mayoritas Muslim menormalkan hubungan dengan Israel sebagai bagian dari usaha mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Menurut data dari pernyataan publik Trump, ia meminta agar negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (sudah menjadi anggota), Qatar, Pakistan, Turkiye, Mesir, Yordania, dan Bahrain (sudah menjadi anggota) “secara bersamaan” menandatangani Abraham Accords sebagai syarat minimum untuk kesepakatan regional. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan panjang di media sosial yang mengejutkan beberapa diplomat AS dan diplomat Arab yang terlibat dalam negosiasi.

Hingga laporan ini ditulis, para pejabat dari beberapa negara yang disebutkan menyatakan bahwa peluang untuk segera menormalisasi hubungan tetap kecil. Seorang pejabat Arab mengatakan Trump mungkin menggunakan normalisasi sebagai “pelumas” untuk memastikan dukungan Israel bagi kesepakatan dengan Iran. Tim redaksi masih memverifikasi klaim tentang kemajuan negosiasi yang disebut-sebut oleh Trump sebagai “proceeding nicely”.

Konflik di kawasan mempengaruhi dinamika pembicaraan. Israel pada hari yang sama meningkatkan serangannya terhadap Lebanon, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ia telah memerintahkan militer untuk “menghancurkan” Hezbollah. Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan udara dan pukulan artileri meningkat di beberapa wilayah perbatasan, namun detail korban dan kerusakan belum jelas. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim terkait jumlah korban di sisi Lebanon atau Hezbollah.

Terkait respons militer AS, menurut data, Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan “pembelaan diri” terhadap situs rudal dan kapal penabur ranjau di dekat Bandar Abbas, Iran. Laporan menyebut empat anggota Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah dan identitas yang tewas.

Para analis menyatakan bahwa tuntutan agar Abraham Accords menjadi “wajib” akan menambah kerumitan diplomatik yang sudah kompleks. Negara-negara seperti Arab Saudi dan Pakistan sampai saat ini menempatkan normalisasi hubungan dengan Israel dalam konteks penyelesaian masalah Palestina, sehingga langkah mendadak untuk bergabung dengan Accords diperkirakan sulit diterima dalam waktu dekat.

Sumber lokal menyebutkan negosiasi gencatan senjata terus berlangsung di Doha dan ibu kota lain yang menjadi tuan rumah mediasi, namun detail tata letak akhir kesepakatan tetap samar. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim dan pernyataan pihak terkait, termasuk rincian tuntutan baru dari administrasi AS dan respons resmi negara-negara yang disebutkan.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.