Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Krisis Timur Tengah: Trump Klaim Serangan ke Iran ‘Ditunda’ atas Permintaan Sekutu Teluk

Admin May 19, 2026 at 15:06
Krisis Timur Tengah: Trump Klaim Serangan ke Iran ‘Ditunda’ atas Permintaan Sekutu Teluk

Berdasarkan laporan The Guardian, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan militer yang direncanakan terhadap Iran ditunda pada Selasa setelah menerima permintaan dari pemimpin-pemimpin negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, agar proses negosiasi perdamaian dapat dilanjutkan.

Menurut data yang beredar, Tehran mengajukan proposal baru melalui mediator Pakistan yang mencakup pelonggaran sanksi, diakhirinya blokade maritim, serta penghentian permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS-Israel dan Iran. Namun, klaim mengenai rincian proposal tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga laporan ini ditulis, Gedung Putih menegaskan bahwa pasukan AS tetap dalam kondisi siaga tinggi dan siap melancarkan serangan besar-besaran jika pembicaraan gagal mencapai kesepakatan yang dianggap memadai oleh Washington, termasuk syarat bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir. Pengumuman penundaan itu memicu reaksi pasar minyak global dan komentar keras dari Teheran yang menyebut langkah tersebut sebagai kemunduran.

Sumber lokal menyebutkan bahwa meskipun gencatan senjata telah diperpanjang, serangan di selatan Lebanon oleh pasukan Israel terus menimbulkan korban dan kerusakan. Beberapa laporan menyebutkan ribuan korban jiwa di Lebanon akibat serangkaian serangan, namun angka pasti dan identitas korban masih belum jelas.

Laporan-laporan asing juga menunjukkan adanya keraguan Washington untuk memberi tekanan lebih besar kepada Israel agar menghentikan serangan terhadap Lebanon, meskipun pembicaraan diplomatik antara Lebanon dan Israel dijadwalkan dimulai kembali awal Juni.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua pihak yang terlibat telah menyetujui kerangka yang diajukan, dan negosiasi masih berlangsung intensif dengan mediasi dari negara-negara regional.

Tim redaksi masih memverifikasi kebenaran beberapa klaim dan detail yang muncul di sumber-sumber internasional. Kami akan memperbarui berita ini jika ada konfirmasi resmi atau informasi tambahan.

Photo by: Lara Jameson, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.