Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada
Berdasarkan pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei, Teheran menyatakan bahwa pertukaran pesan dengan Amerika Serikat masih terus berlangsung meskipun kondisi yang memungkinkan pembicaraan langsung belum ada.
Menurut data yang disampaikan oleh kantor berita pemerintah, prioritas Iran tetap pada pembelaan kedaulatan negara. Baqaei menegaskan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh AS dinilai telah merusak kondisi yang diperlukan untuk dialog formal.
Hingga laporan ini ditulis, kedua pihak dilaporkan masih saling mengirimkan komunikasi tidak langsung melalui saluran yang telah digunakan sebelumnya. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian isi pesan atau apakah ada kemajuan substansial menuju pembicaraan tatap muka.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Teheran menuntut jaminan terhadap kedaulatan dan keamanan sebagai prasyarat sebelum mengizinkan pembicaraan yang lebih luas. Sementara itu, pemerintah AS belum mengeluarkan rincian publik yang mengonfirmasi klaim-klaim tersebut.
Tim redaksi masih memverifikasi keterangan lebih lanjut dan rekaman resmi dari kedua pihak. Pernyataan Baqaei mencerminkan sikap resmi Iran bahwa komunikasi itu bersifat terbatas dan bersyarat, sekaligus menegaskan kesiapan negara itu untuk mempertahankan hak-haknya jika dianggap diperlukan.
Photo by: DMV Photojournalism, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel