Teheran Peringatkan Gangguan Lebih Luas di Tengah Serangan AS
Berdasarkan laporan, Teheran memperingatkan kemungkinan gangguan yang lebih luas terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur regional setelah gelombang serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap target-target di Iran.
Menurut data yang beredar, AS melancarkan serangan untuk malam keenam berturut-turut, menargetkan pertahanan pesisir, situs misil jelajah, dan fasilitas pelabuhan. Beberapa laporan juga menyebutkan pembatasan pengiriman laut oleh angkatan laut AS sebagai bagian dari langkah memblokade sebagian jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pemerintah Iran telah memberi instruksi kepada kelompok-kelompok bersahabat di kawasan, termasuk Houthi di Yaman, untuk bersiap melakukan gangguan terhadap pengiriman di Laut Merah jika infrastruktur tenaga listrik Iran diserang. Pernyataan terkait peran Houthi ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut data resmi dari berbagai pihak yang dikompilasi media internasional, eskalasi peperangan ini memicu serangan drone dan rudal Iran ke beberapa sekutu AS di kawasan, termasuk negara-negara Teluk. Serangkaian serangan itu sebagian besar dipantau dan diintersept oleh sistem pertahanan udara regional. Hingga laporan ini ditulis, tercatat lebih dari 35 tewas dalam bentrokan dan serangan terkait konflik, meskipun rincian identitas korban belum sepenuhnya jelas; belum dapat diverifikasi secara independen apakah korban termasuk kombatan atau warga sipil.
Beberapa laporan media juga menyinggung langkah-langkah drastis Teheran seperti penutupan Selat Hormuz dan ancaman terhadap pasokan energi global. Menurut data pasar, harga minyak sempat melonjak di atas 85 dolar AS per barel setelah eskalasi terbaru. Pernyataan bahwa kemampuan militer Iran telah “terkikis hingga 90%” muncul dalam sejumlah sumber pro-pemerintah AS namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, situasi tetap sangat tegang dengan potensi meluasnya gangguan terhadap rute pelayaran dan pasokan energi global. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan memperbarui informasi bila bukti baru tersedia.
Photo by: Mehdi Salehi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel