Perdana Menteri Baru Slovenia Turunkan Bendera Palestina, Tunjukkan Arah Pro-Israel
Berdasarkan laporan, Janez Janša memulai masa jabatan keempatnya sebagai Perdana Menteri Slovenia dengan memerintahkan penurunan bendera Palestina dari gedung pemerintahan utama di Ljubljana, yang menurut sumber lokal menyebutkan telah berkibar selama dua tahun. Menurut data, tindakan itu dilakukan hampir segera setelah ia resmi menjabat pada Kamis dan dipandang sebagai pergeseran tajam menuju sikap pro-Israel di bawah pemimpin yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump dan Israel. Janša sebelumnya membela Israel, menyebut pengakuan Palestina oleh pendahulunya Robert Golob ilegal, mendukung hak Israel untuk menyerang Gaza dan negara-negara lain di kawasan, serta berulang kali menyatakan “We stand with Israel”. Ia juga menyatakan Slovenia harus memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem, langkah yang akan bertentangan dengan konsensus internasional dan hukum internasional yang menganggap kota itu diduduki.
Selain itu, menurut laporan media Israel, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengumumkan rencana membuka kedutaan besar pertama Israel di Ljubljana dan telah menginstruksikan proses pembentukan serta pemilihan duta besar. Belum dapat diverifikasi secara independen terkait pelaksanaan pembukaan kedutaan tersebut dan implikasinya terhadap kebijakan resmi Slovenia. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Slovenia mengenai pemindahan kedutaan atau perubahan kebijakan diplomatik secara permanen. Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah rincian dan akan memperbarui berita ini jika ada konfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel