Serangan Israel di Selatan Lebanon Tewaskan Setidaknya 28 Orang Meski Ada Laporan Gencatan Senjata
Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Lebanon dan Anadolu Agency, serangkaian serangan udara Israel di selatan Lebanon pada Sabtu menewaskan setidaknya 28 orang meski ada laporan mengenai gencatan senjata dan kesepakatan antara AS dan Iran. Menurut data Badan Berita Nasional Lebanon (NNA) dan Direktorat Pertahanan Sipil, militer Israel melakukan serangan sejak dini hari di sejumlah kota termasuk Nabatieh, Sidon (Saida) dan Tyre.
Menurut data awal, sebuah serangan udara yang menargetkan kota Qanarit di Sidon menewaskan tujuh orang dan melukai 13 lainnya. Direktorat Pertahanan Sipil Lebanon menyebutkan 16 orang tewas di Nabatieh akibat serangan tersebut. Di Barish, Tyre, serangan lain dilaporkan menewaskan empat anggota satu keluarga termasuk dua anak. Sumber lokal menyebutkan ada korban tambahan di lokasi lain, sehingga jumlah keseluruhan korban meningkat menjadi setidaknya 28 orang.
Serangan itu berlangsung meski ada pengumuman tentang gencatan senjata dalam kerangka perjanjian yang dimediasi AS dan Iran, dan pihak berwenang internasional serta lokal menyatakan kekhawatiran bahwa eskalasi dapat menggagalkan upaya diplomatik. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian lengkap mengenai identitas, agama, atau afiliasi para korban.
Hingga laporan ini ditulis, angka korban yang dirilis oleh otoritas Lebanon dan media asing mencapai setidaknya 28 tewas dengan puluhan lainnya luka-luka. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan lebih rinci termasuk tempat kejadian pasti, identitas korban, dan kronologi penuh serangan. Sumber lokal menyebutkan operasi militer berlanjut di beberapa titik, sementara warga sipil dilaporkan mengungsi dari daerah terdampak.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel