Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Riset Baru Bongkar Strategi Genosida Terbaru terhadap Uyghur oleh Tiongkok

Admin May 30, 2026 at 07:04
Riset Baru Bongkar Strategi Genosida Terbaru terhadap Uyghur oleh Tiongkok

Berdasarkan laporan Campaign for Uyghurs (CFU) yang merespons investigasi oleh Alison Killing di Financial Times, riset baru mengungkap evolusi strategi pemerintah Tiongkok dalam menekan dan menarget komunitas Uyghur di Xinjiang.

Menurut data investigasi tersebut, kampanye pemerintahan Beijing telah bergerak dari model kamp intervensi besar-besaran ke taktik yang lebih terselubung, termasuk deportasi terencana, penempatan paksa dalam jaringan industri dan rantai pasokan, program sterilitas terarah, pemisahan keluarga, serta penggunaan teknologi pengawasan canggih untuk melacak dan mengendalikan populasi Muslim.

Sumber lokal menyebutkan ada laporan tentang penghilangan paksa dan tindakan kekerasan selama penahanan; sejumlah Muslim gugur dalam kondisi yang dilaporkan oleh saksi dan keluarga. Laporan juga menyebut upaya sistematis untuk menghapus identitas budaya dan agama melalui pendidikan ulang, perubahan demografis, dan tekanan ekonomi.

Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim spesifik terkait jumlah gugur, praktik sterilitas, dan pengalihan tenaga kerja belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim redaksi. CFU menyambut investigasi Financial Times sebagai bukti bahwa taktik pemerintah Tiongkok memasuki fase baru yang lebih terselubung dan berbahaya bagi hak asasi warga Uyghur.

Komunitas internasional dan pembela HAM telah didesak untuk meningkatkan pengawasan, membantu dokumentasi bukti, serta menegakkan tanggung jawab atas pelanggaran yang dilaporkan. Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut dan akan memperbarui pemberitaan bila bukti tambahan tersedia.

Photo by: pierre matile, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.