Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Terungkap: Rencana AS-Israel Tarik Wewenang Yordania atas Masjid Al-Aqsa

Admin May 26, 2026 at 04:04
Terungkap: Rencana AS-Israel Tarik Wewenang Yordania atas Masjid Al-Aqsa

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh Middle East Eye, Amerika Serikat dan Israel diduga sedang berupaya untuk mencabut kewenangan sejarah Yordania atas Masjid Al-Aqsa di Kota Yerusalem yang diduduki, dan menggantinya dengan pengelolaan atau administrasi di bawah kendali Israel.

Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, upaya itu meliputi pembicaraan dan perencanaan diplomatik antara pihak-pihak terkait untuk mengubah status pengelolaan kawasan masjid yang selama ini dijaga oleh otoritas Wakaf yang berada di bawah payung Yordania dan diakui melalui perjanjian damai 1994 antara Israel dan Yordania.

Sumber lokal menyebutkan kekhawatiran bahwa langkah semacam ini dapat memicu ketegangan baru di lapangan, termasuk protes massal dan konfrontasi antara warga Palestina, jamaah, dan aparat keamanan Israel. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Israel, atau pemerintah Yordania mengenai isi dugaan rencana tersebut.

Langkah yang dilaporkan, jika benar, diperkirakan akan berdampak luas secara diplomatik. Yordania selama ini memiliki peran khusus dalam mengelola situs-situs suci Muslim di Yerusalem, dan perubahan pengaturan ini berpotensi menimbulkan reaksi dari otoritas Palestina serta negara-negara Arab dan Muslim lainnya.

Beberapa analis memperingatkan bahwa upaya menggantikan pengelolaan Wakaf Al-Aqsa dengan administrasi Israel dapat memperburuk ketegangan dan memicu krisis yang lebih luas di kawasan. Sementara itu, sumber media menyebutkan adanya pertemuan tingkat rendah dan komunikasi antara pejabat tertentu, tetapi detail konkret mengenai langkah teknis atau jadwal implementasi belum dipublikasikan.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah rancangan atau rencana formal yang konkret telah disusun, atau apakah yang beredar sekadar tahap awal pembicaraan. Tim redaksi masih memverifikasi informasi ini dan mengusahakan klarifikasi dari pihak terkait.

Hingga laporan ini ditulis, pihak-pihak yang disebut terkait memilih belum memberikan pernyataan resmi yang dapat dikutip. Redaksi akan mengupdate laporan ini apabila ada konfirmasi atau perkembangan baru.

Photo by: Duc Tinh Ngo, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.