Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Prancis Desak Penyelidikan Pidana Usai Penganiayaan Warga Prancis di ‘Armada Keteguhan’ Pemecah Blokade Gaza

Admin May 29, 2026 at 17:04
Prancis Desak Penyelidikan Pidana Usai Penganiayaan Warga Prancis di ‘Armada Keteguhan’ Pemecah Blokade Gaza

Berdasarkan laporan media internasional pada 29 Mei 2026, pemerintah Prancis meminta pembukaan penyelidikan pidana atas dugaan pelanggaran serius yang dialami oleh warga negara Prancis yang ditahan oleh Israel setelah berpartisipasi dalam yang disebut “Armada Keteguhan” untuk memecah blokade Gaza.

Menurut data yang dilaporkan oleh beberapa media, termasuk laporan yang mengutip sumber internasional, para warga Prancis tersebut dilaporkan mengalami tindakan kekerasan, termasuk tuduhan penyiksaan dan pelecehan seksual, selama masa penahanan.

Sumber lokal menyebutkan adanya klaim mengenai perilaku kasar terhadap para peserta yang ditahan, namun rincian jumlah korban dan kondisi masing-masing masih belum jelas.

Belum dapat diverifikasi secara independen keterangan lengkap terkait tuduhan tersebut; pihak berwenang Israel belum membukakan rincian publik yang dapat mengonfirmasi atau membantah seluruh klaim yang beredar.

Hingga laporan ini ditulis, Kementerian Luar Negeri Prancis telah resmi menuntut dibukanya penyelidikan pidana dan meminta akses konsuler untuk warga negaranya. Otoritas Prancis juga meminta klarifikasi dari otoritas Israel mengenai perlakuan terhadap para tahanan.

Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut, termasuk jumlah pasti warga Prancis yang terdampak, identitas individu, dan kronologi kejadian. Informasi tambahan akan disampaikan jika konfirmasi independen tersedia.

Photo by: Alotrobo, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.