Polisi Israel Tahan 3 Pengunjuk Rasa Ultra-Ortodoks Usai Bentrokan di Yerusalem
Berdasarkan laporan Anadolu Agency yang dikutip Middle East Monitor, polisi Israel mengatakan telah menahan tiga pengunjuk rasa Yahudi ultra-Ortodoks (Haredi) pada Rabu setelah bentrokan di bagian barat Yerusalem.
Menurut data kepolisian, demonstrasi berlangsung di beberapa lokasi termasuk sekitar penjara Russian Compound, dan merupakan protes atas penahanan beberapa pria Haredi yang ditangkap pekan lalu setelah mencoba menyerbu kediaman Wakil Ketua Mahkamah Agung Israel, Noam Solberg. Aksi itu terkait penolakan sebagian Haredi terhadap wajib militer bagi pelajar yeshiva.
Polisi menyebutkan para demonstran memblokir jalan, mengganggu lalu lintas, menyerang petugas, dan melempar berbagai benda sehingga situasi memanas dan memaksa aparat untuk membubarkan massa. Tiga orang ditahan; rincian lebih lanjut mengenai identitas atau dakwaan terhadap mereka belum diumumkan.
Sumber lokal menyebutkan suasana tegang di lokasi-lokasi unjuk rasa dan jumlah peserta bervariasi antar titik aksi.
Hingga laporan ini ditulis, polisi belum merilis keterangan rinci tentang kondisi para tahanan ataupun kemungkinan penahanan lanjutan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim pihak kepolisian maupun pengunjuk rasa.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan memperbarui berita jika ada perkembangan.
Photo by: Jeffry Surianto, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel