Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

PBB: Perluasan Kawasan yang Dikuasai Israel di Gaza Tingkatkan Risiko bagi Warga Sipil

Admin July 2, 2026 at 03:06
PBB: Perluasan Kawasan yang Dikuasai Israel di Gaza Tingkatkan Risiko bagi Warga Sipil

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perluasan terus-menerus wilayah yang dikuasai Israel di Gaza meningkatkan risiko bagi warga sipil dan membatasi operasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Menurut data yang disampaikan juru bicara PBB Stephane Dujarric pada konferensi pers harian, mitra kemanusiaan mendesak perlindungan bagi warga sipil, termasuk di sepanjang yang disebut “jalur kuning”. Humanitarian Country Team — yang mencakup badan-badan PBB dan LSM yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki — melaporkan bahwa ekspansi wilayah Israel sejak gencatan senjata Oktober telah memperbesar bahaya bagi warga sipil dan semakin membatasi pengiriman bantuan.

Hingga laporan ini ditulis, kantor hak asasi PBB telah memverifikasi tewasnya 196 warga Palestina, termasuk 18 perempuan dan 43 anak-anak, dalam serangan Israel di dekat area di mana pasukan Israel dikerahkan antara 10 Oktober dan April. Banyak orang dilaporkan mengalami luka dan kehilangan tempat tinggal akibat meningkatnya operasi militer di daerah-daerah tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim tentang insiden tertentu yang dilaporkan oleh pihak lokal.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pembatasan akses dan perluasan zona yang dikontrol membuat tim kemanusiaan kesulitan menjangkau komunitas yang membutuhkan makanan, obat-obatan, dan layanan medis mendesak. Menurut data PBB, kondisi ini berpotensi mengakibatkan krisis perlindungan yang lebih luas bagi penduduk sipil yang sudah rentan.

PBB mendesak semua pihak untuk memastikan keselamatan warga sipil dan membuka koridor kemanusiaan yang aman agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa rincian lapangan dan akan memperbarui informasi sejalan dengan konfirmasi lebih lanjut.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang datang dari area konflik; sumber-sumber resmi PBB tetap menjadi rujukan utama untuk angka dan penilaian yang telah diverifikasi.

Photo by: brokenadmiral_, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.