Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Lebih dari 13.000 Mengungsi Akibat Bentrokan Suku yang Kembali Meletus di Darfur Selatan

Admin June 9, 2026 at 11:04
Lebih dari 13.000 Mengungsi Akibat Bentrokan Suku yang Kembali Meletus di Darfur Selatan

Berdasarkan laporan dari Dabanga Radio TV Online, lebih dari 13.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam sepekan terakhir setelah bentrokan suku kembali meletus di Darfur Selatan.

Menurut data organisasi kemanusiaan setempat, gelombang pengungsian terjadi di beberapa wilayah pedesaan, dengan pengungsi mencari perlindungan di kamp-kamp sementara, sekolah, dan rumah kerabat.

Sumber lokal menyebutkan bahwa kekerasan dipicu oleh perselisihan lama terkait tanah dan ternak yang kembali memanas setelah insiden provokatif di beberapa komunitas.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada angka resmi mengenai korban jiwa; laporan tentang korban jiwa belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih rinci termasuk kebutuhan mendesak para pengungsi, seperti makanan, air, dan layanan medis.

Organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa gelombang pengungsian dapat memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah yang sudah rentan, dan menyerukan akses kemanusiaan yang aman untuk memberikan bantuan. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang disampaikan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Berita ini pertama kali dipublikasikan oleh Dabanga Radio TV Online. Tim redaksi kami akan mengupdate laporan ini jika ada informasi tambahan.

Photo by: Speak Media Uganda, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.