Krisis Timur Tengah: Israel Serang Beirut Selatan Beberapa Hari Setelah Gencatan Senjata dengan Lebanon
Berdasarkan laporan, militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap pinggiran selatan Beirut dalam beberapa hari terakhir, termasuk serangan yang diklaim menargetkan “pusat komando” Hezbollah. Menurut data, tindakan ini dilakukan sebagai respons atas serangan roket yang ditembakkan ke wilayah utara Israel.
Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan terbaru terjadi hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS mulai berlaku pada 17 April. Hingga laporan ini ditulis, beberapa sumber media Lebanon melaporkan antara sembilan hingga sepuluh orang tewas, termasuk beberapa anggota Angkatan Darat Lebanon. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban maupun apakah korban tersebut termasuk pejuang Hezbollah.
Israel mengatakan serangannya menargetkan infrastruktur komando Hezbollah di daerah Dahieh dan pinggiran selatan Beirut sebagai balasan atas serangan terhadap komunitas di utara Israel. Menurut data, serangan-serangan ke Beirut sebenarnya telah terjadi setidaknya dua kali sejak awal penerapan gencatan senjata, meski Washington berupaya membatasi serangan ke ibu kota Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan.
Sumber Israel menyatakan tindakan itu sebagai langkah pembalasan; sementara itu, sumber lokal dan media Lebanon mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan yang membahayakan gencatan senjata yang rapuh. Hingga laporan ini ditulis, diplomat AS dan pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan dilaporkan khawatir serangan ini berpotensi menggagalkan upaya mediasi, termasuk perundingan yang melibatkan Iran.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen tentang apakah ada korban dari kalangan Hezbollah atau Iran, atau rincian lebih lanjut tentang target yang disebut oleh Israel. Beberapa laporan mengatakan ada pejabat militer Lebanon yang tewas; laporan lain menyebut ada korban sipil. Belum dapat diverifikasi secara independen perincian tersebut.
Pihak-pihak internasional memperingatkan eskalasi lebih lanjut. Menurut data, Tehran menegaskan bahwa serangan terhadap Lebanon harus dihentikan jika konflik yang lebih luas ingin diakhiri, sementara pembicaraan AS-Iran yang sedang berlangsung diperkirakan akan terpengaruh oleh gelombang serangan tersebut.
Sumber lokal menyebutkan suasana ketegangan meningkat di Beirut dan wilayah selatan Lebanon, dengan warga mencari perlindungan dan infrastruktur sipil yang mengalami kerusakan. Hingga laporan ini ditulis, akses ke beberapa lokasi masih terhambat sehingga verifikasi lapangan sulit dilakukan.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk jumlah pasti korban, identitas pihak-pihak yang menjadi sasaran, serta kronologi serangan secara lengkap. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim terkait sasaran militan dan kerugian materil yang dilaporkan kedua belah pihak.
Photo by: Jo Kassis, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel