Perang Iran – Live: Israel Tewaskan Jenderal Lebanon, Pakistan Mendesak Akhiri Perang
Berdasarkan laporan, pasukan Israel melancarkan serangan udara di selatan Lebanon yang menewaskan sembilan orang, termasuk seorang brigadir jenderal dan dua anggota Angkatan Bersenjata Lebanon. IDF menyebut serangan menargetkan sebuah kendaraan yang dianggap mencurigakan dan terkait Hezbollah.
Menurut data, serangan terjadi beberapa hari setelah tercapainya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan pemerintah Lebanon. Pemerintah Lebanon mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan menyatakan tindakan tersebut mengancam stabilitas upaya perdamaian.
Hingga laporan ini ditulis, konflik yang meletus sejak Maret 2026 tersebut telah menewaskan lebih dari 3.500 orang di Lebanon, memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, dan menyebabkan Israel menguasai sekitar seperlima wilayah Lebanon.
Sumber lokal menyebutkan bahwa militer Israel menganggap kawasan tersebut sebagai zona tempur di mana ancaman dari Hezbollah masih ada. Klaim terkait sasaran dan identitas korban belum dapat diverifikasi secara independen.
Di tempat lain, pemerintah Pakistan mendesak agar permusuhan segera dihentikan dan menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Islamabad juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Pernyataan Pakistan dan reaksi internasional lainnya masih dalam proses verifikasi.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian korban, motif serangan, dan keterangan resmi dari semua pihak terkait. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Photo by: Nemuel Sereti, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel