Iran Hentikan Serangan ke Israel, Peringatkan Ancaman Tanggapan ‘Menghancurkan’ Jika Serangan ke Lebanon Berlanjut
Berdasarkan laporan dari kantor pusat Khaatm al-Anbiya dan dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, Iran pada hari Senin mengumumkan telah menghentikan operasi militer terhadap Israel. Menurut data yang disampaikan militer Iran, serangan itu merupakan jawaban atas apa yang disebutnya “agresi rezim Zionis” di Lebanon selatan dan wilayah Dahiya, yang menurut Tehran didukung oleh Amerika Serikat.
Sumber lokal menyebutkan sirene peringatan berbunyi di beberapa wilayah utara Israel dan ada laporan visual rudal yang melintas di langit Hebron pada tanggal 7 Juni, tetapi rincian lengkap mengenai jumlah serangan dan dampaknya belum jelas. Hingga laporan ini ditulis belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan materiil akibat aksi saling serang ini.
Dalam pernyataannya militer Iran memperingatkan bahwa jika serangan Israel terhadap Lebanon berlanjut, pihaknya akan memberikan “tanggapan menghancurkan dan komprehensif.” Pernyataan itu juga menegaskan bahwa penghentian operasi bersifat kondisional dan dapat dicabut bila pihak-pihak yang dituduh melanjutkan apa yang disebut Tehran sebagai “adventurisme” militer.
Beberapa laporan menyebutkan adanya upaya diplomasi regional yang melibatkan Qatar dan Arab Saudi untuk menengahi meredanya ketegangan. Menurut data pemantauan pasar, ketegangan sempat mendorong kenaikan harga minyak sebelum mereda ketika ada indikasi penurunan intensitas serangan.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim yang dikeluarkan kedua belah pihak mengenai motif, skala serangan, maupun tanggapan yang direncanakan. Tim redaksi masih memverifikasi semua pernyataan resmi dan laporan lapangan, serta akan memperbarui berita ini bila informasi baru dan terverifikasi tersedia.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel