Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Negosiator Iran: Draf Akhir Belum Disetujui, Tehran Bisa Keluar dari Kesepakatan dengan AS jika Dilanggar

Admin May 31, 2026 at 12:05
Negosiator Iran: Draf Akhir Belum Disetujui, Tehran Bisa Keluar dari Kesepakatan dengan AS jika Dilanggar

Berdasarkan laporan Anadolu, Saeed Ajorlou, anggota komite media tim negosiasi Iran, menyatakan Sabtu bahwa Tehran belum menyetujui draf akhir dari usulan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan dapat menarik diri jika pihak lain gagal memenuhi komitmennya.

Menurut data yang disampaikan Ajorlou kepada televisi negara Iran, hingga Jumat malam draf final belum disetujui secara penuh, meskipun perbedaan antara kedua pihak kini disebut hanya terbatas. “Jika teks final disetujui, kami akan memasuki proses 60 hari untuk mendiskusikan rinciannya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa setiap dari 14 pasal kesepakatan itu memuat aneks yang membutuhkan negosiasi lebih lanjut.

Ajorlou menekankan bahwa mekanisme pelaksanaan akan lebih penting daripada teks itu sendiri, terutama terkait akses dan pengawasan yang diatur dalam lampiran-lampiran tersebut. Ia memperingatkan bahwa Tehran berhak menarik diri dari kesepakatan apabila pihak lain dianggap melanggar komitmen yang disepakati.

Menurut laporan lain yang bersinggungan dengan proses diplomatik, beberapa tuntutan keras dari pihak AS—termasuk soal program nuklir Iran dan pengaturan akses di Selat Hormuz—telah disebut dalam pembicaraan, namun perincian itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh kedua belah pihak. Belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada pengumuman final dari kedua pemerintah tentang persetujuan teks akhir atau langkah selanjutnya. Sumber lokal menyebutkan perbedaan kini lebih teknis dan terkait lampiran pelaksanaan, namun tekanan politik domestik di kedua negara dapat mempengaruhi keputusan akhir.

Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan tambahan dan rincian terkait tuntutan yang dikaitkan dengan pihak AS serta respons internal di Iran.

Photo by: Sayed Masoumi, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.