Di Gaza, pembuat konten bangun rumah dari tanah liat untuk lindungi keluarga dari peluru dan panas
Berdasarkan laporan, seorang pembuat konten asal Gaza, Khalil Abu Ramadan, membangun sebuah rumah sederhana dari tanah liat untuk melindungi keluarganya dari tembakan dan teriknya musim panas di kawasan penampungan pengungsi.
Sumber lokal menyebutkan bahwa rumah tersebut didirikan di dekat barak-barak tenda tempat banyak keluarga mengungsi setelah gelombang serangan, yang membuat tenda-tenda itu rentan terhadap tembakan dan panas menyengat. Menurut keterangan warga setempat, Khalil menggunakan bahan lokal—tanah liat dan bata lumpur—serta bantuan tetangga untuk merekatkan dinding dan menutup atap guna menciptakan tempat berlindung yang lebih tahan panas dan sedikit lebih aman dari pecahan peluru.
Menurut data yang dirangkum oleh sumber-sumber lapangan dan laporan media, serangan udara dan drone sempat menargetkan kamp-kamp tenda, menyebabkan korban jiwa dan luka di beberapa lokasi. Hingga laporan ini ditulis, Kementerian Kesehatan Jalur Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata yang berlaku pada Oktober lalu tercatat lebih dari 1.030 kematian tambahan di dalam wilayah tersebut, sehingga total korban gugur warga Palestina sejak Oktober 2023 melampaui 73.050 orang. Belum dapat diverifikasi secara independen semua angka dan detail peristiwa yang dilaporkan oleh pihak-pihak terkait.
Sumber lokal menyebutkan pula bahwa inisiatif membuat hunian dari tanah liat bukan hanya upaya individu Khalil, melainkan praktik bertahan hidup yang mulai diperbanyak oleh beberapa keluarga yang muak dengan kondisi tenda yang tidak aman. Warga mengatakan bangunan dari tanah liat memberikan penanganan panas yang lebih baik dan dinding yang dianggap mampu menahan pecahan proyektil lebih baik daripada kain tenda tipis.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian tentang identitas lengkap pembuat konten, lokasi tepat hunian, serta klaim-klaim terkait dampak langsung struktur tanah liat terhadap keselamatan keluarga. Belum dapat diverifikasi secara independen pula informasi terkait jumlah korban per insiden yang disebutkan di beberapa laporan awal.
Kisah Khalil menjadi salah satu contoh bagaimana warga sipil di Gaza mencoba beradaptasi menghadapi ancaman bersenjata dan kondisi cuaca ekstrem, sambil terus merekam dan membagikan pengalaman mereka melalui platform daring.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel