Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Seribu Hari Perang Gaza: 90% Jalur Gaza ‘Hancur’, 80% ‘Dikuasai’ Israel

Admin July 2, 2026 at 21:07
Seribu Hari Perang Gaza: 90% Jalur Gaza ‘Hancur’, 80% ‘Dikuasai’ Israel

Berdasarkan laporan internasional dan liputan media, genap 1.000 hari sejak 7 Oktober 2023 menandai kondisi kehancuran di Jalur Gaza. Menurut data yang beredar, sekitar 90% wilayah di jalur pantai itu dilaporkan hancur dan 80% diklaim telah dikuasai atau berada di bawah kontrol Israel. Sumber lokal menyebutkan infrastruktur publik, rumah-rumah penduduk, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan rusak berat atau musnah.

Menurut laporan Haaretz, ketegangan politik di Israel juga memuncak: pada peringatan 1.000 hari, warga menggelar aksi protes dan vigil menuntut pembentukan komisi penyelidikan negara atas serangkaian kegagalan intelijen dan kebijakan pemerintah. Hingga laporan ini ditulis, Haaretz menyebut serangan 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 sandera dibawa ke Gaza; korban dari pihak Israel dilaporkan tewas. Sumber lokal dan beberapa organisasi hak asasi juga melaporkan korban sipil Palestina dalam jumlah besar; banyak di antaranya warga Palestina yang mayoritas Muslim gugur.

Sementara itu, menurut data yang dipublikasikan The Jerusalem Post, pemerintah Israel melaporkan upaya rehabilitasi di wilayah perbatasan dengan peningkatan jumlah penduduk dan proyek pembangunan berskala besar di komunitas perbatasan. Laporan-laporan ini menunjukkan gambaran yang kontras: kehancuran luas di Gaza bersamaan dengan klaim rehabilitasi dan perluasan kontrol di sisi Israel.

Belum dapat diverifikasi secara independen keseluruhan angka kerusakan dan klaim penguasaan wilayah yang beredar. Tim redaksi masih memverifikasi rincian korban dan persentase kerusakan dari berbagai sumber yang saling bertentangan. Hingga laporan ini ditulis, kami terus mengumpulkan data tambahan dan konfirmasi dari sumber lapangan.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.