Bennett: Netanyahu ‘Tak Mampu Memimpin’ karena Dikuasai Menteri Sayap Kanan
Berdasarkan laporan, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuduh pemerintahan Benjamin Netanyahu tidak mampu menjalankan pemerintahan karena dikendalikan oleh menteri-menteri sayap kanan, termasuk Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Bennett mengemukakan hal ini dalam beberapa pernyataan publik yang dikutip media internasional.
Menurut data yang dikumpulkan dari Haaretz dan The Jerusalem Post, Bennett menyatakan dominasi menteri-menteri sayap kanan telah memaksa kebijakan agresif, seperti rencana pemukiman di wilayah Gaza dan dorongan untuk penaklukan militer penuh, yang menurutnya memperpanjang konflik dan merugikan kepentingan Israel dalam jangka panjang.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Bezalel Smotrich secara terbuka mendorong pembentukan tiga pemukiman di utara Gaza segera setelah mendapat persetujuan, sementara Itamar Ben-Gvir memiliki pengaruh besar atas kebijakan keamanan. Bennett menilai pengaruh tersebut membuat Netanyahu kehilangan kendali politik yang efektif dan menimbulkan fragmentasi dalam pengambilan keputusan pemerintahan.
Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim yang diajukan Bennett mengenai tingkat kendali dan keputusan internal pemerintahan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi konteks pernyataan, dokumen, dan sumber yang dikutip terkait tuduhan pengaruh ini.
Bennett juga memperingatkan bahwa perang berkepanjangan telah mengikis kohesi nasional dan kapasitas negara untuk merumuskan strategi jangka panjang. Ia menyerukan adanya diskusi publik dan kemungkinan penyelidikan untuk menilai kegagalan kebijakan keamanan sejak 7 Oktober 2023.
Sumber laporan ini berasal dari Haaretz dan The Jerusalem Post. Belum dapat diverifikasi secara independen; tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan.
Photo by: www.kaboompics.com, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel