AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS

Admin May 28, 2026 at 11:04
Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS

Berdasarkan laporan, pemerintah Australia telah meluncurkan gugatan sipil yang disebut sebagai “gugatan terbesar pernah” terkait kontaminasi bahan kimia PFAS dari busa pemadam kebakaran yang dipakai di instalasi militer. Menurut data yang disampaikan oleh jaksa agung, pemerintah menuntut ganti rugi sebesar A$2 miliar untuk menutup biaya yang timbul dalam penanganan dan pemulihan di 28 pangkalan pertahanan. Hingga laporan ini ditulis, pemerintah menyatakan telah mengeluarkan lebih dari A$1 miliar untuk investigasi dan remediasi.

3M, perusahaan asal AS yang dipersalahkan dalam gugatan tersebut, dilaporkan mengatakan bahwa mereka menghentikan penjualan busa tersebut di Australia sekitar 20 tahun lalu dan berniat membela diri di pengadilan. Klaim-klaim mengenai tanggung jawab dan jumlah kerusakan lingkungan belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen penggugat dan respons lengkap dari pihak 3M serta detail teknis kontaminasi.

Sementara itu, sumber lokal menyebutkan seorang wanita asal Melbourne yang baru kembali dari wilayah Suriah telah didakwa atas tuduhan terkait keterkaitan dengan kelompok Negara Islam (IS). Berdasarkan pengumuman aparat penegak hukum, wanita tersebut ditangkap setelah mendarat di Australia dan menghadapi dakwaan di bawah undang-undang kontra-terorisme negara.

Hingga laporan ini ditulis, tersangka masih berada dalam tahanan dan proses hukum berjalan. Detail lebih lanjut tentang dakwaan, termasuk bukti yang diajukan terhadap terdakwa dan apakah ada pihak lain yang ditangkap, belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi kronologi penangkapan dan pernyataan resmi dari kepolisian federal serta kantor kejaksaan.

Kedua cerita ini menjadi bagian dari perkembangan politik dan hukum yang lebih luas di Australia, termasuk sorotan terhadap tanggung jawab perusahaan multinasional atas kerusakan lingkungan dan peningkatan pengawasan aparat terhadap kembalinya warga yang diduga terkait kelompok ekstremis. Tim redaksi akan terus mengikuti dan memperbarui laporan ini seiring munculnya informasi resmi tambahan.

Photo by: Zelch Csaba, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.