AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

AS Memasukkan Kembali Pakar PBB Francesca Albanese ke Daftar Sanksi

Admin May 28, 2026 at 08:03
AS Memasukkan Kembali Pakar PBB Francesca Albanese ke Daftar Sanksi

Berdasarkan laporan, Departemen Keuangan Amerika Serikat telah memasukkan kembali pakar khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, ke dalam daftar individu yang dikenai sanksi. Menurut data di situs resmi departemen, langkah ini dilakukan beberapa hari setelah sanksi tersebut sempat dicabut menyusul putusan pengadilan federal yang menyatakan kemungkinan pelanggaran terhadap hak kebebasan berbicara Albanese oleh pemerintahan sebelumnya. Trump administration awalnya menjatuhkan sanksi pada Juli 2025 dengan tudingan melakukan “kegiatan yang berpihak dan berniat jahat”, termasuk rekomendasi agar Pengadilan Kriminal Internasional mengambil tindakan terhadap pejabat, perusahaan, dan eksekutif AS dan Israel. Hingga laporan ini ditulis, belum ada pernyataan tambahan dari Departemen Keuangan AS maupun dari Albanese yang dapat dikonfirmasi. Sumber lokal menyebutkan reaksi beragam terhadap keputusan ini, namun rincian dampak kebijakan belum jelas. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang berkaitan dengan motif dan konsekuensi sanksi tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi informasi terkait latar belakang dan implikasi langkah ini.

Photo by: Mathias Reding, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.