“Between pain and fear”: Anak-anak Gaza Menanggung Biaya Serangan Israel yang Berlanjut
Berdasarkan laporan berbagai media internasional dan lokal, serangkaian serangan drone Israel kembali menargetkan kamp-kamp pengungsian di selatan Gaza, termasuk area al-Mawasi, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Sumber lokal menyebutkan dua saudara gugur setelah serangan di tenda-tenda darurat di al-Mawasi; salah satunya disebut berusia 15 tahun. Sumber yang sama melaporkan sedikitnya tujuh orang luka-luka dalam serangan itu, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Selain itu, serangan terpisah di bagian selatan dan barat Gaza dilaporkan menewaskan seorang anak berusia 10 tahun dan melukai sedikitnya 12 orang, menurut keterangan petugas medis setempat.
Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata nominal yang dicapai pada Oktober 2025 hingga saat ini, lebih dari 1.030 warga Palestina dilaporkan tewas dalam insiden-insiden kekerasan kembali, dan total korban tewas sejak Oktober 2023 telah melampaui 73.000. Hingga laporan ini ditulis, angka-angka tersebut masih menjadi rujukan utama bagi pihak-pihak kemanusiaan yang memantau krisis.
Berdasarkan laporan PBB dan organisasi hak asasi internasional, proporsi anak-anak di antara korban tewas tetap tinggi, memperlihatkan dampak berkelanjutan dari operasi militer di kawasan padat penduduk. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim pihak terkait mengenai sasaran dan jumlah korban, termasuk penegasan militer Israel bahwa sasaran adalah pejuang atau infrastruktur militer Hamas.
Sumber lokal menyebutkan fasilitas kesehatan dan layanan bantuan di Gaza terus bekerja di bawah tekanan, dengan banyak keluarga anak-anak yang kehilangan tempat tinggal dan akses ke kebutuhan dasar. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut mengenai identitas korban dan kronologi masing-masing serangan.
Kondisi anak-anak Gaza, yang digambarkan antara rasa sakit dan ketakutan, terus menjadi fokus kelompok bantuan kemanusiaan yang menyerukan penghentian kekerasan dan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan, demi mencegah krisis yang semakin memburuk.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua laporan di lapangan; kami akan memperbarui berita ini ketika informasi tambahan yang terverifikasi tersedia.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel