Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Lebih dari 215 Warga Sipil Gugur di Penjara yang Dikelola RSF di Darfur Selatan: Dokter Sudan

Admin June 25, 2026 at 18:04
Lebih dari 215 Warga Sipil Gugur di Penjara yang Dikelola RSF di Darfur Selatan: Dokter Sudan

Berdasarkan laporan dari kelompok medis Sudan, lebih dari 215 warga sipil gugur di dalam sebuah penjara yang dijalankan oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di Darfur Selatan dalam waktu kurang dari dua bulan.

Menurut data yang disampaikan Sudan Doctors Network, kematian dilaporkan terjadi di dalam Penjara Daqris selama Mei dan Juni. Kelompok medis itu menyebutkan penyebab kematian antara lain “penyebaran penyakit dan wabah, serta penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tahanan, di bawah kondisi penahanan yang bahkan tidak memenuhi standar paling dasar perawatan kesehatan dan martabat manusia.”

Sumber lokal menyebutkan bahwa 31 tahanan, termasuk anak-anak, dipindahkan ke rumah sakit di Nyala lebih dari dua minggu lalu meskipun tidak menunjukkan penyakit yang jelas. Nasib mereka hingga kini belum jelas dan dikhawatirkan turut menjadi korban akibat kondisi penahanan yang memburuk.

Hingga laporan ini ditulis, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak RSF mengenai jumlah dan penyebab pasti kematian. Belum dapat diverifikasi secara independen detail lengkap tentang jenazah, identitas korban, maupun kondisi kesehatan yang memicu lonjakan kematian tersebut.

Kelompok dokter tersebut menegaskan bahwa kondisi di penjara tersebut kekurangan layanan medis dasar, sanitasi buruk, dan praktik penahanan yang melanggar hak asasi, yang semuanya berkontribusi terhadap tingginya angka kematian.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan upaya konfirmasi dari otoritas setempat serta pihak RSF sedang dilakukan. Kami akan memperbarui laporan ini jika ada data atau pernyataan resmi yang masuk.

Photo by: Faruk Tokluoğlu, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.