Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Suriah: Terungkap Nasib Anak-anak Dr. Rania al-Abbasi Setelah Satu Dekade Menghilang

Admin May 31, 2026 at 01:08
Suriah: Terungkap Nasib Anak-anak Dr. Rania al-Abbasi Setelah Satu Dekade Menghilang

Berdasarkan laporan dari الهيئة الوطنية للمفقودين في سوريا (Komisi Nasional untuk Orang Hilang di Suriah), pihak berwenang komisi menyatakan telah mencapai hasil yang dapat dipercaya yang merujuk pada wafatnya anak-anak dokter Rania al-Abbasi yang menghilang lebih dari satu dekade lalu. Menurut data yang dirilis oleh komisi, kasus ini termasuk salah satu contoh paling menonjol tentang penghilangan paksa selama masa pemerintahan Bashar al-Assad.

Sumber lokal menyebutkan bahwa anak-anak tersebut kemungkinan besar gugur saat berada di bawah kendali aparat keamanan, namun keterangan rinci mengenai waktu, tempat, dan penyebab kematian belum dipublikasikan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang tempat dan kondisi wafatnya anak-anak tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, Komisi Nasional belum mengungkapkan seluruh dokumen pendukung atau bukti forensik yang mendetail, dan belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga yang dapat dikonfirmasi. Tim redaksi masih memverifikasi informasi ini dan mengupayakan konfirmasi tambahan dari sumber resmi serta keluarga al-Abbasi.

Kasus ini kembali menyorot masalah penghilangan paksa di Suriah dan menambah tekanan pada upaya pencarian kejelasan dan akuntabilitas atas nasib orang-orang yang hilang selama konflik.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.