Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Pemakaman di Asasa Dihancurkan Pemukim, Sementara Kibbutz Nahal Oz Gelar Pernikahan Simbolis

Admin May 11, 2026 at 06:04
Pemakaman di Asasa Dihancurkan Pemukim, Sementara Kibbutz Nahal Oz Gelar Pernikahan Simbolis

Berdasarkan laporan BBC News, di desa Asasa di Tepi Barat, sekelompok pemukim Yahudi dari pemukiman Sa-Nur yang baru dibangun kembali memaksa sebuah keluarga Palestina untuk menggali kembali jenazah ayah mereka, Hussein Asasa, tak lama setelah pemakamannya. Menurut data yang disampaikan, para pemukim menggunakan alat untuk memecah liang dan memberi ultimatum kepada putra-puta keluarga tersebut agar mereka sendiri yang menggali kembali, atau akan dilakukan oleh para pemukim.

Sumber lokal menyebutkan bahwa tindakan tersebut berlangsung dalam kondisi penuh tekanan, dan keluarga menuduh tentara Israel (IDF) berdiri menyaksikan tanpa mencegah penghinaan itu, meski pihak militer mengatakan mereka campur tangan untuk meredakan ketegangan. Hingga laporan ini ditulis, jenazah akhirnya dipindahkan ke pemakaman di desa tetangga. Hussein Asasa, yang dilaporkan gugur sebelumnya, menjadi fokus kecaman dari PBB yang menyebut insiden itu “mengerikan” dan sebagai contoh dehumanisasi terhadap warga Palestina.

Menurut data lain dari Ynet News, di sisi lain, komunitas di Kibbutz Nahal Oz menggelar pernikahan pertama sejak serangan 7 Oktober, antara perwira Brigade Golani Alon Freybach dan Dani Nehmad. Upacara di kibbutz yang terletak sekitar setengah kilometer dari perbatasan Gaza itu digambarkan sebagai simbol pembaruan dan ketahanan komunitas yang terpukul.

Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa rincian klaim yang beredar, termasuk tuduhan bahwa pasukan berdiri pasif saat pemukim menggali kembali liang. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan upaya klarifikasi sedang dilakukan dengan pihak terkait.

Hingga laporan ini ditulis, masyarakat internasional dan organisasi hak asasi terus menyoroti lonjakan kekerasan pemukim dan isu perebutan tanah di bawah pemerintahan saat ini, sementara dampak sosial dan kemanusiaan dari peristiwa-peristiwa itu terus dirasakan oleh komunitas setempat.

Photo by: Aysegul Aytoren, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.