AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Mantan Menteri Energi Sudan Serukan Piagam Energi Nasional untuk Membangun Kembali Negara dan Cegah Fragmentasi

Admin May 20, 2026 at 10:04
Mantan Menteri Energi Sudan Serukan Piagam Energi Nasional untuk Membangun Kembali Negara dan Cegah Fragmentasi

Berdasarkan laporan Radio Dabanga, mantan Menteri Energi Sudan Eng Khairy Abdelrahman Ahmed menyerukan pembentukan “Piagam Energi Nasional” sebagai langkah strategis untuk membangun kembali negara dan mencegah fragmentasi wilayah akibat konflik berkepanjangan.

Menurut data yang dikutip dalam laporan, Khairy menekankan pentingnya kesepakatan nasional yang mengatur pemanfaatan sumber daya energi, distribusi listrik, serta perlindungan dan perbaikan infrastruktur kritis. Ia menyatakan piagam tersebut harus menjadi dasar bagi kebijakan terpadu yang mengakomodasi kepentingan berbagai wilayah dan kelompok masyarakat.

Sumber lokal menyebutkan bahwa sebagian besar jaringan listrik dan fasilitas energi telah mengalami kerusakan sejak eskalasi konflik, sehingga kebutuhan rekonstruksi menjadi mendesak. Khairy juga menyerukan keterlibatan komunitas internasional untuk mendukung program rehabilitasi dan investasi jangka panjang.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada respons resmi dari pemerintahan saat ini mengenai rincian piagam yang diusulkan atau mekanisme pelaksanaannya. Beberapa pengamat menilai inisiatif itu bisa menjadi langkah penting untuk mencegah pemecahan administratif dan kontrol sumber daya yang lebih luas.

Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim terkait besaran kerusakan dan rencana pendanaan yang disebutkan dalam pernyataan Khairy. Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pihak berwenang untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Laporan asli mengenai pernyataan Eng Khairy Abdelrahman Ahmed dipublikasikan oleh Radio Dabanga.

Photo by: Defrino Maasy, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.