Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan

Admin July 28, 2026 at 09:03
Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan

Berdasarkan laporan, Menteri Luar Negeri Yaman yang ditunjuk, Afrah al-Zouba, menyatakan bahwa pemerintah Yaman masih mengupayakan solusi damai dengan kelompok Anṣar Allāh (Houthi), namun siap untuk melakukan eskalasi jika kelompok itu terus meningkatkan tekanan. Menurut data yang disampaikan oleh kantor menteri, langkah-langkah diplomatik tetap menjadi prioritas, tetapi pemerintah menegaskan haknya untuk menanggapi tindakan yang dinilai mengancam stabilitas dan keamanan nasional.

Sumber lokal menyebutkan adanya kekhawatiran di kalangan pejabat pemerintah terhadap langkah-langkah yang dianggap menekan posisi pemerintahan yang diakui secara internasional. Afrah al-Zouba, menurut pernyataan tersebut, menekankan pentingnya pencarian solusi politik sambil mempertahankan opsi lain sebagai upaya pencegahan.

Hingga laporan ini ditulis, klaim mengenai ancaman dan rencana eskalasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dan informasi tambahan dari sumber lain.

Photo by: Shaker Abdullah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.