Iran: AS harus pastikan Israel hentikan serangan di Lebanon agar diplomasi maju
Berdasarkan laporan, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan Tehran siap melanjutkan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat, namun menegaskan proses itu bergantung pada jaminan Washington bahwa Israel menghentikan serangan di Lebanon.
Menurut data yang beredar dari pernyataan resmi Khatibzadeh, delegasi Iran menunda keberangkatan ke pembicaraan yang dijadwalkan di Burgenstock, Swiss, setelah meningkatnya serangan Israel di selatan Lebanon. Iran menuntut gencatan senjata menyeluruh dan pembebasan dana Iran yang dibekukan sebagai bagian dari upaya stabilisasi kawasan.
Sumber lokal menyebutkan sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan di Lebanon; Belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga laporan ini ditulis, pihak berwenang dan mediator regional masih berupaya meredakan ketegangan, sementara pertemuan bilateral yang direncanakan ditunda.
Khatibzadeh memperingatkan konsekuensi serius jika garis merah diabaikan dan menegaskan bahwa diplomasi tidak dapat berjalan bila perang berlanjut di berbagai front. Menurut data pernyataan terakhir, Iran juga menunjukkan langkah-langkah kooperatif seperti pencabutan sebagian biaya transit di Selat Hormuz, namun menekankan bahwa langkah-langkah tersebut tidak menggantikan kebutuhan akan gencatan nyata di Lebanon.
Sumber resmi AS menunda beberapa kunjungan diplomatik, termasuk pembatalan perjalanan pejabat tinggi ke pertemuan puncak, yang menurut pihak Washington terkait dengan situasi keamanan yang memburuk di perbatasan Israel-Lebanon. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dari peristiwa dan klaim yang muncul dari kedua belah pihak.
Photo by: nimaw hqni, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel