Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Kepala HAM PBB Volker Türk Raih Masa Jabatan Kedua Meski Ditentang AS dan Israel

Admin July 25, 2026 at 08:04
Kepala HAM PBB Volker Türk Raih Masa Jabatan Kedua Meski Ditentang AS dan Israel

Berdasarkan laporan Associated Press, Majelis Umum PBB pada 24 Juli 2026 memilih 144–10 untuk mengangkat kembali pengacara Austria Volker Türk sebagai Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia untuk masa jabatan empat tahun kedua. Menurut data resmi pemungutan suara, dukungan kuat datang dari kelompok Uni Eropa dan blok Afrika, sementara Amerika Serikat, Israel, dan Rusia menyatakan penentangan terbuka.

Türk menjadi kepala HAM PBB pertama sejak jabatan itu dibentuk pada 1993 yang dipilih untuk menyelesaikan dua masa jabatan penuh. Pendukungnya memuji pengalamannya dalam isu hak asasi manusia internasional, namun lawan menudingnya memiliki bias politik dan kebijakan diplomasi tertutup.

Kritik terutama datang dari AS dan Israel yang mempertanyakan proses pengajuan nominasi oleh Sekretaris Jenderal António Guterres; Washington bahkan memperingatkan kemungkinan meninjau kembali dukungan pendanaan PBB jika dugaan “backroom deals” terbukti. Klaim mengenai negosiasi di balik layar dan ancaman pemotongan dana tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan delegasi Eropa mendesak kompromi demi menjaga kontinuitas kantor hak asasi manusia.

Selain kritik politik, Türk juga mendapat sorotan dari sebagian aktor hak asasi manusia atas pendekatannya yang dianggap terlalu mengandalkan “diplomasi pribadi” terkait perlakuan terhadap minoritas Uyghur di China dan masalah di Gaza. Hingga laporan ini ditulis, tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut tentang tuduhan dan respons resmi dari beberapa negara yang menentang pengangkatan tersebut.

Berdasarkan laporan, masa jabatan kedua Türk akan berlangsung selama empat tahun, dan para pengamat mencatat bahwa pilihan Majelis Umum ini mencerminkan keseimbangan geopolitik yang kompleks dalam tubuh PBB serta perdebatan berkelanjutan tentang mandat dan independensi kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia.

Photo by: Xach Hill, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.