Penguasa Dubai Dihadang di London atas Dugaan Keterlibatan UAE dalam Perang Sudan
Berdasarkan laporan, penguasa Dubai dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, dihadang di pusat kota London terkait dugaan keterlibatan negaranya dalam perang di Sudan.
Sebuah video yang beredar menunjukkan seorang pria Sudan meneriaki Mohammed bin Rashid dan rombongannya di kawasan Knightsbridge. “Emiratis dan UAE, mereka membunuh rakyat Sudan,” ujar pria itu dari seberang jalan. Menurut data yang beredar, salah satu anggota rombongan yang diduga berasal dari UEA membalas dengan kata-kata bernada rasis, termasuk menghina pria tersebut dengan istilah “Black bitch” dan makian lain sebelum menyeberang untuk menghadapi pria Sudan itu. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua ucapan dan identitas pihak dalam rekaman itu sepenuhnya akurat.
Berdasarkan laporan lembaga internasional, tuduhan bahwa UEA memberikan dukungan kepada Rapid Support Forces (RSF) di Sudan makin sering muncul. Menurut data dari pakar PBB, organisasi hak asasi dan laporan media investigatif, terdapat bukti mengenai transfer senjata dan dukungan logistik yang difasilitasi melalui jaringan di Libya, Chad, serta wilayah lepas pantai Somaliland. Amnesty International dan panel ahli PBB telah mendokumentasikan temuan tersebut, sedangkan laporan lain mengangkat dugaan pemanfaatan basis militer Eritrea dan Ethiopia untuk mendukung RSF.
Kelompok paramiliter RSF, yang dipimpin Mohamed Hamdan Dagalo, dituduh oleh PBB dan AS melakukan kejahatan berat termasuk tindakan yang menurut PBB “memiliki semua ciri genocidal” dalam operasi mereka, terutama saat merebut el-Fasher di Darfur Utara. Hingga laporan ini ditulis, korban sipil dari konflik tersebut menghadapi krisis kemanusiaan yang luas.
Kunjungan dan interaksi pemimpin UEA di London juga mendapat sorotan. Media Emirat melaporkan bahwa Presiden UEA Mohammed bin Zayed baru-baru ini bertemu dengan Mohammed bin Rashid di Hotel Jumeirah Carlton Tower, yang oleh pihak Emirat disebut sebagai pertemuan persaudaraan. Sumber lokal menyebutkan pertemuan itu menunjukkan relasi dekat antara pemimpin UEA, namun tuduhan keterlibatan negara dalam dukungan ke RSF tetap kontroversial.
Beberapa pihak menuduh negara-negara Barat, termasuk Inggris, gagal secara terbuka menentang keterlibatan Emirat di Sudan karena hubungan ekonomi dan pengaruh Emirat. Pernyataan dan analisis pro-UEA kadang mencoba meredam fokus pada peran Emirat dengan menunjuk negara-negara lain yang juga diduga memberikan dukungan kepada pihak-pihak bersenjata di Sudan.
Catatan kontroversial terkait Mohammed bin Rashid di Inggris juga menjadi sorotan: pengadilan Inggris sebelumnya menemukan bahwa ia menahan kedua putrinya dan melakukan kampanye pelecehan terhadap mantan istrinya, Princess Haya, serta terlibat dalam kasus peretasan telepon yang dilaporkan. Di media sosial, Mohammed bin Rashid memposting foto liburan di London dengan keterangan tentang pentingnya kebersamaan keluarga.
Tim redaksi masih memverifikasi beberapa detail dalam rekaman konfrontasi di London dan hubungan langsung antara figur-figur tertentu dengan tuduhan transfer senjata. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim yang beredar di media sosial terkait identitas dan peran individu dalam insiden itu. Hingga laporan ini ditulis, Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan perkembangan lebih lanjut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa kejadian di Knightsbridge memicu kemarahan komunitas Sudan di London dan kembali menyorot perdebatan internasional mengenai peran aktor regional dalam konflik yang sedang berlangsung di Sudan.
Photo by: Knelstrom ltd, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel