Wakil Presiden AS: Trump ‘satu-satunya sekutu’ Israel saat pembicaraan dengan Iran ditunda
Berdasarkan laporan, Wakil Presiden AS J.D. Vance memperingatkan Israel bahwa Presiden Donald Trump adalah “satu-satunya kepala negara di seluruh dunia” yang bersimpati kepada Israel saat ini, menanggapi kritik pemerintah Israel terhadap nota kesepahaman (MoU) AS-Iran untuk mengakhiri perang.
Menurut data yang dipaparkan pemerintah AS, MoU itu memuat paket rekonstruksi senilai sekitar US$300 miliar dan membuka jalan bagi negosiasi 60 hari mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi. Vance menilai menteri-menteri Israel sebaiknya berpikir dua kali sebelum menyerang kesepakatan tersebut dan mengingatkan bahwa sebagian besar sistem pertahanan Israel “dibuat oleh tangan Amerika dan dibayar oleh uang pajak Amerika”.
MoU itu memicu kemarahan di Israel, yang luas dipandang memberi kemenangan efektif kepada Teheran. Sumber lokal menyebutkan para menteri sayap kanan seperti Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich mengutuk perjanjian dan menyatakan pasukan Israel akan tetap berada di wilayah yang mereka duduki di Lebanon selatan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menghadapi pemilu Oktober, berargumen bahwa Israel telah unggul dalam beberapa konflik baru-baru ini. Hingga laporan ini ditulis, Vance juga mengecam pendekatan kekerasan sebagai solusi tunggal, sambil mendorong Israel untuk mempertahankan hubungannya dengan AS.
Pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan dimulai Jumat di Swiss batal mundur, dan Gedung Putih mengumumkan Vance tidak akan melakukan perjalanan ke pertemuan tersebut dengan alasan logistik yang “tidak sederhana atau dapat diprediksi”. Belum dapat diverifikasi secara independen kapan pembicaraan final akan dilanjutkan.
Situasi di lapangan juga memperumit proses diplomasi. Sumber lokal menyebutkan Israel melancarkan serangan baru di wilayah selatan dan timur Lebanon pada hari Jumat. Otoritas Lebanon menyatakan 18 orang tewas dalam serangan udara, sementara Israel mengatakan empat tentaranya, termasuk seorang komandan batalyon, tewas dalam salah satu serangan balasan Hezbollah.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian korban dan uraian peristiwa di lapangan. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah jumlah korban sipil atau militer sesuai klaim pihak-pihak yang bertikai.
Photo by: www.kaboompics.com, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel