Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Trump Membenarkan Serangan ke Iran di Tengah Gencatan Senjata

Admin June 27, 2026 at 08:04
Trump Membenarkan Serangan ke Iran di Tengah Gencatan Senjata

Berdasarkan laporan, militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara terhadap situs misil, drone, dan radar di Iran sebagai pembalasan atas apa yang disebut Washington sebagai serangan drone terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz. Menurut data dari pejabat AS, serangan itu merupakan respons atas pelanggaran terhadap gencatan senjata yang baru berumur sekitar satu minggu.

Sumber lokal menyebutkan bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan tindakan balasan dan menegaskan kontrolnya atas perairan Selat Hormuz. Hingga laporan ini ditulis, klaim tanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Insiden ini terjadi di tengah memorandum pemahaman sementara yang dimaksudkan untuk membuka jalan menuju kesepakatan damai permanen; para analis mengatakan serangan balasan AS berisiko mengakhiri jendela negosiasi 60 hari yang sedang berlangsung. Menurut data PBB dan sumber lain, operasi evakuasi internasional untuk kapal-kapal yang terdampar di Teluk ditangguhkan sementara karena meningkatnya ketegangan.

Pemerintah AS, yang dikutip oleh beberapa media internasional, menyatakan bahwa “kekerasan akan dibalas dengan kekerasan” dan Presiden Trump menegaskan bahwa serangan itu dibenarkan karena dianggap sebagai pelanggaran gencatan. Sementara itu, pejabat Iran menuduh Amerika Serikat melanggar perjanjian lebih dulu dan memperingatkan akan respons cepat dan tegas.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam kedua insiden tersebut. Hingga laporan ini ditulis, belum ada informasi yang memastikan adanya warga Muslim atau non-Muslim yang menjadi korban; Tim redaksi masih memverifikasi setiap klaim terkait korban. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada kerusakan signifikan pada infrastruktur sipil di wilayah terdampak.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk kronologi penuh serangan terhadap kapal kargo berbendera Singapura dan dampak jangka pendek terhadap negosiasi damai yang sedang berlangsung. Sumber berita mengingatkan bahwa situasi dapat berubah cepat seiring klaim dan kontra-klaim dari pihak terkait.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.