Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Trump: AS Miliki Persediaan Munisi ‘Massive’, Ancam Penjara bagi ‘Leaker’

Admin August 6, 2026 at 13:09
Trump: AS Miliki Persediaan Munisi ‘Massive’, Ancam Penjara bagi ‘Leaker’

Berdasarkan laporan oleh Anadolu Agency dan pernyataan Presiden Donald Trump, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan munisi yang “massive” dan membantah laporan mengenai kekurangan munisi. Menurut data yang dikutip dari pernyataannya, ia mengklaim perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun “largest number of plants” untuk meningkatkan produksi.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan The Washington Post yang menyebutkan adanya kekurangan beberapa jenis amunisi dan interceptor yang diduga membatasi opsi militer AS terhadap Iran. Trump menuduh bahwa laporan semacam itu adalah hasil kebocoran informasi yang berbahaya dan mengancam akan menuntut atau memenjara para “leaker” yang dianggap melakukan tindakan yang ia sebut sebagai pengkhianatan.

Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim mengenai ketersediaan stok munisi dan ancaman penegakan hukum terhadap pembocor belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan, menurut laporan awal, bahwa konfrontasi tentang status stok terjadi dalam pertemuan di tingkat tinggi, namun rincian tersebut masih kabur.

White House dan Pentagon sebelumnya mendeskripsikan sebagian laporan sebagai “fake news”, sementara Trump juga menggunakan platform media sosialnya untuk membantah adanya kekurangan. Tim redaksi masih memverifikasi informasi yang bertentangan ini dan sedang berupaya mengkonfirmasi data dari pihak kementerian pertahanan dan perusahaan terkait.

Laporan awal oleh Rabia Iclal Turan (Anadolu Agency/Washington) dan liputan The Washington Post menjadi sumber utama klaim dan kontra-klaim ini. Tim redaksi akan memperbarui berita bila ada konfirmasi lebih lanjut dari pejabat resmi atau dokumen terkait.

Photo by: Jaxon Matthew Willis, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.