Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan

Puluhan Demonstran Blokir Jalan di Bnei Brak Tuntut Wajib Militer untuk Komunitas Ultra-Ortodoks

Admin June 27, 2026 at 02:05
Puluhan Demonstran Blokir Jalan di Bnei Brak Tuntut Wajib Militer untuk Komunitas Ultra-Ortodoks

Berdasarkan laporan, puluhan demonstran melakukan aksi protes pada Jumat di kota Bnei Brak, wilayah tengah Israel, menuntut agar komunitas ultra-Ortodoks (Haredi) wajib mengikuti dinas militer seperti warga lainnya. Menurut data yang dilaporkan oleh media setempat, peserta aksi terdiri dari warga sekuler serta anggota organisasi sayap kiri, termasuk kelompok “Mothers at the Front”.

Demonstran melakukan long march dan memblokir jalan-jalan utama di Bnei Brak — yang dikenal sebagai basis komunitas Haredi — sambil menyerukan kesetaraan dalam kewajiban dinas dan penghapusan pengecualian bagi siswa yeshiva (seminari agama). Sumber lokal menyebutkan terjadi bentrokan sporadis antara para pengunjuk rasa dan penduduk setempat, disertai pengerahan besar-besaran pasukan kepolisian Israel untuk mengamankan situasi.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah tersangka atau korban akibat bentrokan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim mengenai tindakan kekerasan terorganisir atau penahanan massal selama aksi tersebut. Saksi mata yang dihubungi oleh beberapa media menyatakan suasana tegang ketika barisan demonstran mencoba memasuki beberapa ruas jalan yang padat.

Pihak penyelenggara protes menyatakan aksi itu dimaksudkan untuk menekan pemerintah agar mencabut pengecualian dinas yang selama ini dinikmati sebagian anggota komunitas Haredi. Sementara itu, perwakilan komunitas ultra-Ortodoks menuduh para demonstran melakukan provokasi di daerah yang mayoritas penduduknya menganggap kewajiban agama sebagai prioritas hidup.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian setempat dan pernyataan resmi penyelenggara maupun pemuka komunitas Haredi. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah akan ada aksi lanjutan atau respons legislatif setelah protes hari ini.

Photo by: Xach Hill, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.