Pemimpin Politik Israel dan Kelompok Pemukim Serukan Balas Dendam terhadap Warga Palestina
Berdasarkan laporan Middle East Eye dan sejumlah media lain, pemimpin politik Israel serta organisasi pemukim menyerukan balas dendam terhadap warga Palestina menyusul bentrokan mematikan di sekitar Nablus. Mereka dilaporkan menggunakan bahasa yang menyerukan penghancuran dan pengusiran, termasuk seruan untuk ‘menghapus’ desa Tell.
Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 87 warga Palestina telah gugur di wilayah itu pada 2026, termasuk 21 yang gugur dalam serangan pemukim. Empat anggota keluarga Saifi dilaporkan gugur akibat tembakan militer Israel setelah klaim bahwa salah satu dari mereka menembak seorang pemukim; di pihak pemukim, seorang pemukim dilaporkan tewas dalam kejadian terkait.
Sumber lokal menyebutkan bahwa rumah-rumah dibakar, warga sipil terluka, dan sejumlah keluarga dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka setelah serangan yang diduga dilakukan oleh pemukim bersenjata yang didampingi aparat militer. Pesan-pesan dari grup obrolan pemukim yang direview oleh media berisi seruan untuk ‘balas dendam’ dan frasa seperti ‘kami ingin melihat darah’. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh isi pesan serta kronologi detail beberapa insiden.
Hingga laporan ini ditulis, pasukan Israel dilaporkan melakukan razia luas dan menahan puluhan warga Palestina di Tepi Barat; menurut laporan Wafa, 66 warga Palestina telah ditangkap, termasuk sekitar 30 orang di Tell. Militer juga dilaporkan menutup akses ke beberapa desa dan mengepung kota Nablus. Belum dapat diverifikasi secara independen semua angka penahanan dan tindakan di lapangan.
Para pejabat Israel, termasuk beberapa menteri, menyerukan penerapan kebijakan keras seperti pengosongan desa dan percepatan regulasi pemukiman baru. Sementara itu organisasi kemanusiaan dan pengamat memperingatkan bahwa peningkatan kekerasan pemukim dan respons militer yang intens dapat memperburuk situasi kemanusiaan.
Sumber lokal menyebutkan pula adanya pembakaran properti, penjarahan pohon zaitun, dan penempatan bendera pemukim di rumah-rumah yang diserobot. Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah klaim, termasuk rincian seruan publik para politisi dan bukti yang beredar di media sosial terkait seruan ‘balas dendam’. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait di kedua belah pihak.
Photo by: Haley Black, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel