Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon

Misi Iran di PBB: Budaya Impunitas AS Berlanjut atas Pemboman Flight 655

Admin July 4, 2026 at 14:05
Misi Iran di PBB: Budaya Impunitas AS Berlanjut atas Pemboman Flight 655

Berdasarkan laporan dari Misi Iran ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat dituduh menumbuhkan “budaya impunitas” dengan menolak bertanggung jawab atas penembakan pesawat Iran Air Flight 655 pada 3 Juli 1988.

Menurut data yang diposting oleh Misi Iran di akun X mereka, Angkatan Laut AS menembak jatuh Flight 655 di atas Teluk Persia sehingga 290 warga sipil gugur—termasuk 66 anak-anak. Misi tersebut menyatakan bahwa alih-alih akuntabilitas, presiden AS saat itu malah menganugerahi kru yang bertanggung jawab.

Sumber lokal menyebutkan pula klaim Misi Iran yang menghubungkan peristiwa itu dengan insiden lebih baru: serangan rudal Tomahawk yang menghantam sebuah sekolah di Minab dan menyebabkan 168 murid sekolah gugur. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah korban dan rincian serangan tersebut.

Wakil Menlu Iran Kazem Gharibabadi menulis di X bahwa “3 Juli adalah pengingat dari kejahatan di mana Amerika mengambil nyawa 290 orang tak bersalah, termasuk 66 anak-anak.” Ia menambahkan bahwa kejahatan kedua dimulai setelah penembakan pesawat: penolakan tanggung jawab, tidak ada permintaan maaf resmi, dan pemberian medali kepada komandan kapal yang dianggap bertanggung jawab.

Hingga laporan ini ditulis, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan yang dilontarkan oleh Misi Iran di PBB.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang disampaikan pihak Iran, dan Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan serta angka-angka korban yang dikaitkan dengan insiden Minab dan klaim lain yang disampaikan di platform media sosial.

Photo by: Lara Jameson, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.