Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Met Police Buka Kembali Penyelidikan atas Dugaan Kejahatan Perang di Gaza yang Melibatkan Warga Inggris

Admin July 23, 2026 at 21:05
Met Police Buka Kembali Penyelidikan atas Dugaan Kejahatan Perang di Gaza yang Melibatkan Warga Inggris

Berdasarkan laporan, Metropolitan Police London (Met Police) telah menarik kembali keputusannya untuk tidak menyelidiki dugaan kejahatan perang yang dituduhkan terhadap warga negara Inggris yang diduga bertugas bersama angkatan bersenjata Israel di Gaza.

Menurut data yang beredar, pembalikan keputusan tersebut berarti tim Kejahatan Perang (War Crimes Team) Met Police akan melakukan penilaian ulang terhadap bukti yang berkaitan dengan empat warga negara Inggris yang dapat diidentifikasi. Langkah ini diambil setelah tantangan hukum yang diajukan oleh aktivis hak asasi manusia berkewarganegaraan Inggris-Palestina, Lubna Speitan, dengan dukungan Public Interest Law Centre (PILC).

Sumber lokal menyebutkan bahwa pengacara yang mewakili Speitan mengirim surat peringatan hukum (letter before action) terperinci kepada Met Police, yang menyertakan ancaman untuk mengajukan permohonan peninjauan yudisial (judicial review) atas penanganan kasus tersebut bila keputusan tidak ditinjau ulang. Rujukan awal kasus ini diajukan oleh PILC dan Palestinian Centre for Human Rights (PCHR) pada April 2025.

Hingga laporan ini ditulis, Met Police belum mengeluarkan pernyataan publik panjang lebar yang menjelaskan alasan teknis di balik pembatalan keputusan sebelumnya, dan belum ada informasi rinci tentang jadwal atau metode penilaian ulang bukti oleh tim Kejahatan Perang.

Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim materiil terkait bukti atau identitas tersangka yang beredar di beberapa laporan awal. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen pengaduan awal dan korespondensi hukum antara pengacara pihak penggugat dengan Met Police.

Perkembangan ini mendapat perhatian kelompok hak asasi dan komunitas hukum karena menandai kelanjutan proses hukum atas tuduhan serius yang melibatkan warga negara Inggris. Tim redaksi akan terus mengikuti dan melaporkan setiap pembaruan dari Met Police, PILC, PCHR, maupun pernyataan resmi dari pihak terkait lainnya.

Photo by: Bob Jenkin, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.