Mahasiswa Tinggalkan Gaza untuk Melanjutkan Studi, Lainnya Terkatung-katung
Berdasarkan laporan, lebih dari tiga tahun ajaran sejak dimulainya perang Israel di Gaza, semakin banyak mahasiswa Palestina yang berusaha melanjutkan pendidikan mereka di luar Jalur Gaza. Perpindahan ini sebagian besar dilakukan melalui beasiswa, program pertukaran universitas, dan jalur evakuasi pendidikan yang difasilitasi oleh organisasi internasional.
Menurut data yang dikumpulkan oleh universitas-universitas penerima dan beberapa lembaga kemanusiaan, gelombang mahasiswa yang mendapat izin keluar meliputi berbagai jenjang, dari program sarjana hingga pascasarjana. Sumber lokal menyebutkan beberapa kasus di mana mahasiswa berhasil mendaftar dan mulai mengikuti perkuliahan di kampus luar negeri, namun jumlah pastinya masih beragam tergantung kategori studi dan negara tujuan.
Hingga laporan ini ditulis, banyak mahasiswa yang masih menunggu pengurusan dokumen, visa, atau akses keluar dari Gaza. Proses panjang dan hambatan administratif membuat sejumlah pelajar memilih melanjutkan studi secara daring. Sekolah dan universitas di dalam Gaza memperluas pengajaran online, tetapi keterbatasan listrik, akses internet, dan bahan ajar membuat pembelajaran jarak jauh tidak selalu efektif.
Beberapa keluarga dan mahasiswa mengaku menghadapi pilihan sulit antara meninggalkan rumah untuk kesempatan pendidikan atau tetap tinggal dan menanggung risiko kehilangan akses pendidikan sama sekali. Sumber lokal menyebutkan bahwa mahasiswa dari keluarga yang mampu cenderung lebih mudah mengakses jalur keluar, sementara mereka yang lebih rentan tetap terkatung-katung tanpa kepastian masa depan akademis.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim terkait jumlah pasti mahasiswa yang berhasil meninggalkan Gaza atau yang telah mulai mengikuti perkuliahan di luar negeri. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa daftar nama dan rute keberangkatan yang disampaikan oleh organisasi mitra.
Para pakar pendidikan menyatakan bahwa solusi jangka panjang membutuhkan pembukaan akses pendidikan formal di Gaza, dukungan infrastruktur untuk pembelajaran daring, serta kerja sama internasional untuk menyediakan jalur pendidikan yang aman bagi pelajar yang terdampak konflik. Sementara itu, upaya darurat terus berlanjut untuk memastikan agar generasi pelajar Gaza tidak kehilangan kesempatan pendidikan sepenuhnya.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel