Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Mahasiswa Tinggalkan Gaza untuk Melanjutkan Studi, Lainnya Terkatung-katung

Admin July 6, 2026 at 00:03
Mahasiswa Tinggalkan Gaza untuk Melanjutkan Studi, Lainnya Terkatung-katung

Berdasarkan laporan, lebih dari tiga tahun ajaran sejak dimulainya perang Israel di Gaza, semakin banyak mahasiswa Palestina yang berusaha melanjutkan pendidikan mereka di luar Jalur Gaza. Perpindahan ini sebagian besar dilakukan melalui beasiswa, program pertukaran universitas, dan jalur evakuasi pendidikan yang difasilitasi oleh organisasi internasional.

Menurut data yang dikumpulkan oleh universitas-universitas penerima dan beberapa lembaga kemanusiaan, gelombang mahasiswa yang mendapat izin keluar meliputi berbagai jenjang, dari program sarjana hingga pascasarjana. Sumber lokal menyebutkan beberapa kasus di mana mahasiswa berhasil mendaftar dan mulai mengikuti perkuliahan di kampus luar negeri, namun jumlah pastinya masih beragam tergantung kategori studi dan negara tujuan.

Hingga laporan ini ditulis, banyak mahasiswa yang masih menunggu pengurusan dokumen, visa, atau akses keluar dari Gaza. Proses panjang dan hambatan administratif membuat sejumlah pelajar memilih melanjutkan studi secara daring. Sekolah dan universitas di dalam Gaza memperluas pengajaran online, tetapi keterbatasan listrik, akses internet, dan bahan ajar membuat pembelajaran jarak jauh tidak selalu efektif.

Beberapa keluarga dan mahasiswa mengaku menghadapi pilihan sulit antara meninggalkan rumah untuk kesempatan pendidikan atau tetap tinggal dan menanggung risiko kehilangan akses pendidikan sama sekali. Sumber lokal menyebutkan bahwa mahasiswa dari keluarga yang mampu cenderung lebih mudah mengakses jalur keluar, sementara mereka yang lebih rentan tetap terkatung-katung tanpa kepastian masa depan akademis.

Belum dapat diverifikasi secara independen klaim terkait jumlah pasti mahasiswa yang berhasil meninggalkan Gaza atau yang telah mulai mengikuti perkuliahan di luar negeri. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa daftar nama dan rute keberangkatan yang disampaikan oleh organisasi mitra.

Para pakar pendidikan menyatakan bahwa solusi jangka panjang membutuhkan pembukaan akses pendidikan formal di Gaza, dukungan infrastruktur untuk pembelajaran daring, serta kerja sama internasional untuk menyediakan jalur pendidikan yang aman bagi pelajar yang terdampak konflik. Sementara itu, upaya darurat terus berlanjut untuk memastikan agar generasi pelajar Gaza tidak kehilangan kesempatan pendidikan sepenuhnya.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.