Kepala PBB Peringatkan Risiko Nuklir Meningkat pada Peringatan Hiroshima
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa risiko nuklir global sedang meningkat seiring dengan memanasnya ketegangan geopolitik pada peringatan pemboman atom Hiroshima.
Menurut data yang dikutip, peningkatan pengeluaran militer dan retorika konfrontatif di beberapa kawasan, termasuk Eropa dan Timur Tengah, mendorong kembalinya logika pencegahan berbasis kekuatan yang berpotensi meningkatkan kemungkinan eskalasi nuklir. Guterres menyerukan agar negara-negara menolak “logika zero-sum” dari pencegah nuklir dan kembali memperkuat diplomasi, kepercayaan internasional, serta komitmen pada penghapusan senjata nuklir.
“Mari bergerak lebih dekat ke dunia di mana tragedi Hiroshima tidak pernah terulang,” ujar Guterres, sebagaimana dikutip dalam pidatonya pada upacara peringatan. Hingga laporan ini ditulis, pernyataan lengkap PBB dan tanggapan dari beberapa negara besar masih terus dipublikasikan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa para penyintas Hiroshima (hibakusha) dan pejabat Jepang menekankan aspek kemanusiaan dari peringatan tersebut, sekaligus mengingatkan generasi baru akan bahaya senjata pemusnah massal. Tim redaksi masih memverifikasi klaim terkait pernyataan individual pejabat luar negeri yang beredar di media sosial.
Beberapa analis keamanan mengingatkan bahwa meskipun panggilan penghapusan nuklir mendapat dukungan moral luas, realitas strategis saat ini menunjukkan kecenderungan negara-negara untuk mempertahankan atau memperkuat kapabilitas militer mereka. Belum dapat diverifikasi secara independen angka-angka pengeluaran tertentu yang beredar dalam laporan tak resmi.
Berita ini disusun dari beberapa sumber internasional dan pernyataan publik pejabat PBB. Tim redaksi masih memverifikasi detail tambahan dan akan memperbarui laporan jika muncul konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Photo by: Lana, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel