Mantan Penasihat Trump John Bolton Mengaku Bersalah atas Kasus Informasi Rahasia
Berdasarkan laporan, mantan Penasihat Keamanan Nasional pemerintahan Donald Trump, John Bolton, mengaku bersalah atas tuduhan menyimpan secara tidak sah informasi pertahanan nasional yang diklasifikasikan. Menurut data dari beragam pemberitaan, pengakuan bersalah itu merupakan bagian dari kesepakatan dengan jaksa federal yang mencakup denda sebesar US$2,25 juta.
Kasus itu berkaitan dengan catatan-catatan bergaya diary yang disusun Bolton untuk memoirnya dan dibagikan kepada anggota keluarga melalui akun email pribadi, menurut pemberitaan. Sumber lokal menyebutkan akun email tersebut kemudian dikompromikan oleh peretas yang disebut terkait Iran — klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut data pengadilan dan laporan media, Bolton didakwa atas satu tuduhan retensi informasi pertahanan nasional yang tidak sah. Jika dihukum, dakwaan tersebut dapat membawa ancaman hukuman hingga lima tahun penjara; sebagai bagian dari perjanjian pembelaan, selain denda disebutkan kemungkinan pengenaan hukuman lain seperti perampasan hak pensiun federal dan layanan masyarakat.
Hingga laporan ini ditulis, jadwal sidang untuk penentuan hukuman dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Menurut pernyataan yang dikutip dalam pemberitaan, pihak yang menuntut menyatakan Bolton selaku mantan penasihat mengetahui bagaimana menangani materi yang diklasifikasikan dan bertanggung jawab untuk menjaganya.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian mengenai jumlah halaman yang dibagikan maupun motif di balik tindakan tersebut; beberapa sumber menyebut angka lebih dari seribu halaman, tetapi angka pasti bervariasi antar laporan. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim terkait peretasan akun dan rincian kesepakatan hukum yang lebih spesifik.
Photo by: Tara Winstead, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel