Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Mantan Penasihat Trump John Bolton Mengaku Bersalah atas Kasus Informasi Rahasia

Admin June 26, 2026 at 23:08
Mantan Penasihat Trump John Bolton Mengaku Bersalah atas Kasus Informasi Rahasia

Berdasarkan laporan, mantan Penasihat Keamanan Nasional pemerintahan Donald Trump, John Bolton, mengaku bersalah atas tuduhan menyimpan secara tidak sah informasi pertahanan nasional yang diklasifikasikan. Menurut data dari beragam pemberitaan, pengakuan bersalah itu merupakan bagian dari kesepakatan dengan jaksa federal yang mencakup denda sebesar US$2,25 juta.

Kasus itu berkaitan dengan catatan-catatan bergaya diary yang disusun Bolton untuk memoirnya dan dibagikan kepada anggota keluarga melalui akun email pribadi, menurut pemberitaan. Sumber lokal menyebutkan akun email tersebut kemudian dikompromikan oleh peretas yang disebut terkait Iran — klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data pengadilan dan laporan media, Bolton didakwa atas satu tuduhan retensi informasi pertahanan nasional yang tidak sah. Jika dihukum, dakwaan tersebut dapat membawa ancaman hukuman hingga lima tahun penjara; sebagai bagian dari perjanjian pembelaan, selain denda disebutkan kemungkinan pengenaan hukuman lain seperti perampasan hak pensiun federal dan layanan masyarakat.

Hingga laporan ini ditulis, jadwal sidang untuk penentuan hukuman dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Menurut pernyataan yang dikutip dalam pemberitaan, pihak yang menuntut menyatakan Bolton selaku mantan penasihat mengetahui bagaimana menangani materi yang diklasifikasikan dan bertanggung jawab untuk menjaganya.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian mengenai jumlah halaman yang dibagikan maupun motif di balik tindakan tersebut; beberapa sumber menyebut angka lebih dari seribu halaman, tetapi angka pasti bervariasi antar laporan. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim terkait peretasan akun dan rincian kesepakatan hukum yang lebih spesifik.

Photo by: Tara Winstead, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.