Iran Lacak dan Intai Personel Militer AS di Timur Tengah, Serangkaian Serangan Menyusul
Berdasarkan laporan dari Financial Times yang dikutip oleh TechCrunch, Iran dilaporkan melakukan operasi siber yang menargetkan personel militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Menurut data yang diperoleh, kelompok yang terkait dengan Republik Islam memanfaatkan kerentanan lama dalam protokol telekomunikasi SS7 serta celah dalam teknologi periklanan digital untuk melacak lokasi pasukan AS, termasuk di basis-basis militer dan hotel di Irak serta Bahrain.
Sumber lokal menyebutkan bahwa langkah pelacakan ini bertepatan dengan gelombang serangan yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Islam (IRGC) ke beberapa sasaran di wilayah tersebut, termasuk serangan yang dilaporkan menimpa fasilitas di Kuwait (termasuk Kilang Mina Abdullah), pangkalan Azraq di Yordania, dan instalasi terkait Armada Kelima AS di Bahrain. IRGC menyatakan serangan itu sebagai pembalasan atas tindakan AS yang disebutnya “agresif”, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) mengutuk aksi tersebut.
Hingga laporan ini ditulis, beberapa personel dilaporkan terluka dalam fase awal konflik dan sejumlah warga sipil juga dilaporkan menjadi korban akibat insiden di perairan dan serangkaian serangan yang terjadi. Namun, angka pasti korban, termasuk detail tentang agama atau afiliasi korban, belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa sumber juga melaporkan gangguan pada arus pelayaran di Selat Hormuz dan peringatan darurat di Bahrain.
Laporan lain dari media internasional seperti The Jerusalem Post, Euronews (dengan AP) dan The Guardian menyebutkan eskalasi saling serang antara AS dan Iran, dengan serangkaian serangan rudal dan drone serta pembalasan udara yang menargetkan situs-situs militer dan infrastruktur. Menurut data intelijen yang dikutip, pelacakan berbasis jaringan telekomunikasi diduga memberi kemampuan bagi penentu sasaran untuk mengidentifikasi lokasi pasukan secara lebih tepat.
Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana pelacakan elektronik tersebut menjadi faktor penentu dalam setiap serangan atau apakah semua klaim tentang sasaran tertentu akurat. Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan awal ini dan akan memperbarui berita ketika informasi tambahan yang dapat diverifikasi tersedia.
Photo by: Alireza Heidarpour, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel