Hamas Mengecam Rencana “Majelis Perdamaian” untuk Mengakhiri UNRWA di Gaza
Berdasarkan laporan, gerakan Hamas mengecam keras pernyataan yang dikeluarkan oleh apa yang disebut “Majelis Perdamaian” di sektor Gaza serta pengumuman Administrasi Amerika Serikat mengenai masa depan badan PBB untuk bantuan dan pekerjaan pengungsi Palestina (UNRWA). Menurut data yang beredar, “Majelis Perdamaian” menyatakan bahwa UNRWA tidak akan memiliki tempat dalam masa depan Gaza dengan alasan mengakhiri ketergantungan bantuan yang berlangsung lama. Hamas menilai langkah ini sebagai upaya menghapus hak-hak dasar pengungsi dan mempolitisasi bantuan kemanusiaan.
Menurut data lain dari proses negosiasi, Hamas juga menolak sejumlah unsur dalam kerangka tata kelola dan pelucutan senjata yang diajukan mediator, termasuk upaya memasukkan infrastruktur seperti terowongan dan bengkel produksi ke dalam cakupan pelucutan senjata. Kelompok itu menuntut agar pembayaran gaji bagi pegawai yang sebelumnya bekerja pada pemerintahan dibayarkan penuh, bukan hanya kepada mereka yang nantinya akan bergabung dalam administrasi baru.
Sumber lokal menyebutkan bahwa serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir mengakibatkan gugurnya lima warga Palestina dan melukai lebih dari sepuluh orang. Sumber lokal juga menyebutkan bahwa seorang komandan peleton Hamas, Adel Jihad Mohammad Asfour, gugur dalam serangan udara terkini. Warga setempat melaporkan pula perluasan garis yang dikenal sebagai “Yellow Line” di beberapa wilayah enclave.
Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim terkait masa depan UNRWA, rincian paket tata kelola, serta angka korban belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dari semua pihak terkait dan akan mengupdate informasi apabila ada konfirmasi baru.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel