Pejabat Bank Sentral Eropa: Guncangan Perang Iran Terus Membayangi Ekonomi Zona Euro
Berdasarkan laporan, seorang pejabat di Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan bahwa guncangan akibat perang dengan Iran masih membayangi pemulihan ekonomi zona euro. Menurut data yang dikutip, meskipun harga minyak menurun dan jalur pelayaran seperti Selat Hormuz mulai kembali dibuka, tekanan inflasi tetap kuat dan harga gas berada lebih tinggi sekitar 40%, kondisi yang menurut pejabat tersebut mempertahankan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dan kenaikan suku bunga.
Berdasarkan laporan dari beberapa lembaga energi, konflik di kawasan menyebabkan gangguan pasokan besar—termasuk hilangnya pasokan minyak hingga jutaan barel per hari—dan pelepasan cadangan strategis dalam jumlah besar untuk menstabilkan pasar. Menurut data lain, pelepasan cadangan internasional membantu meredam dampak langsung, tetapi para analis memperingatkan bahwa dengan berkurangnya “jaring pengaman” global, pasar tetap rentan terhadap lonjakan harga di masa depan.
Hingga laporan ini ditulis, inflasi di banyak negara anggota masih berada di atas target jangka menengah, sementara tingginya harga energi menimbulkan risiko lanjutan bagi pemulihan konsumsi dan investasi. Sumber lokal menyebutkan bahwa perbaikan transit melalui Selat Hormuz mulai meringankan tekanan rantai pasokan, namun efeknya diperkirakan bersifat bertahap.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian terkait besaran kerugian infrastruktur dan estimasi pasokan jangka panjang. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan pejabat ECB dan data terkait gangguan pasokan energi sebelum publikasi lebih lanjut.
Photo by: Amir Ghoorchiani, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel