China Uji Rudal Jarak Jauh di Pasifik, Wong: ‘Destabilisasi bagi Kawasan’
Berdasarkan laporan, militer China pada hari Senin melakukan uji peluncuran rudal balistik jarak jauh di perairan Samudra Pasifik selatan. Menurut data dari Associated Press dan laporan internasional lainnya, rudal tersebut dilaporkan diluncurkan dari kapal selam bertenaga nuklir sekitar pukul 12.01 siang dan membawa hulu ledak tiruan; uji coba itu disebut berkemampuan nuklir. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan uji coba itu “destabilisasi bagi kawasan” dan menambah kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Pasifik. Pernyataan Wong disampaikan saat Canberra baru saja menandatangani perjanjian pertahanan dengan Fiji, bagian dari langkah diplomatik Australia untuk memperkuat keamanan regional.
Sumber lokal menyebutkan bahwa peluncuran terjadi di zona lepas pantai yang jauh dari perairan teritorial negara lain. Tim redaksi masih memverifikasi rincian teknis mengenai jenis rudal dan jarak tempuhnya, serta apakah ada unsur provokatif lain yang menyertai uji coba.
Menurut data, penandatanganan pakta pertahanan antara Australia dan Fiji — yang disebut “Ocean of Peace Alliance” — berlangsung di tengah kekhawatiran atas pengaruh China di kawasan dan disertai komitmen ekonomi dari Canberra. Hingga laporan ini ditulis, otoritas China belum memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan uji coba.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah uji coba tersebut melanggar norma atau perjanjian internasional yang berlaku. Tim redaksi masih memverifikasi perkembangan dan akan memperbarui laporan bila ada informasi baru.
Photo by: Nemuel Sereti, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel