Hamas Peringatkan Eskalasi Pembongkaran Israel di Tepi Barat yang Diduduki Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Hamas Peringatkan Eskalasi Pembongkaran Israel di Tepi Barat yang Diduduki Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional

Bencana Medis Mengancam: 76% Alat Pencitraan Medis di Gaza Keluar dari Layanan

Admin May 20, 2026 at 23:06
Bencana Medis Mengancam: 76% Alat Pencitraan Medis di Gaza Keluar dari Layanan

Berdasarkan laporan jaringan Quds (شبكة قدس), Komplek Medis Nasser di Khan Younis, selatan Gaza, mengonfirmasi bahwa sebagian besar perangkat pencitraan medis tidak berfungsi. Menurut data yang disampaikan oleh pihak rumah sakit, 76% dari alat-alat pencitraan — termasuk CT scan, X-ray, dan mesin ultrasonografi — telah keluar dari layanan sepenuhnya.

Hingga laporan ini ditulis, manajemen rumah sakit memperingatkan bahwa kondisi tersebut menempatkan pasien dan para korban dalam risiko besar karena tidak tersedianya alat diagnostik untuk menentukan jenis dan tingkat cedera atau penyakit. Sumber lokal menyebutkan bahwa staf medis kewalahan, dan banyak pasien kritis menghadapi kemungkinan perawatan yang tertunda atau tidak akurat.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa ketiadaan fasilitas pencitraan memaksa dokter mengambil keputusan sulit terkait perawatan darurat, sementara akses untuk merujuk pasien ke fasilitas lain sangat terbatas akibat kondisi lapangan dan hambatan logistik. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana cakupan kerusakan alat atau alasan teknis pasti yang menyebabkan keluarnya perangkat dari layanan.

Sumber lokal menyebutkan pula bahwa kekurangan suku cadang, bahan habis pakai, dan pemeliharaan terhambat oleh pembatasan masuknya bantuan teknis ke wilayah tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tambahan dan upaya yang dilakukan oleh otoritas kesehatan setempat maupun organisasi bantuan internasional untuk memperbaiki atau mengganti peralatan yang rusak.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.