Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Bayi Palestina Tujuh Bulan Gugur Ditembak Pasukan Israel di Hebron

Admin June 7, 2026 at 05:05
Bayi Palestina Tujuh Bulan Gugur Ditembak Pasukan Israel di Hebron

Berdasarkan laporan media internasional, seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan, Sam Fahd Abu Haikal, gugur setelah ditembak oleh pasukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, tepatnya di kawasan Tel Rumeida, Hebron. Menurut data yang dirilis oleh sejumlah media termasuk The Guardian dan Associated Press, pasukan Israel menembaki mobil yang membawa bayi tersebut serta kedua orangtuanya meski keluarga itu disebut telah mematuhi perintah untuk berhenti. Sumber lokal menyebutkan keluarga tampak jelas terlihat pada siang hari dan mengikuti arahan saat insiden terjadi. Bayi itu dilarikan dalam kondisi kritis ke rumah sakit namun kemudian dinyatakan meninggal. Orangtua bayi dilaporkan mengalami luka-luka.

Militer Israel kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan menyesal atas kejadian itu dan mencatat bahwa korban adalah “warga sipil yang tidak terlibat,” namun keluarga menolak penjelasan awal yang menyebut kendaraan tampak sebagai ancaman dan menuntut penyelidikan transparan. Menurut data PBB yang dikutip media internasional, insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Hingga laporan ini ditulis, penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas terkait dan pemeriksaan independen masih berlangsung. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh rincian kejadian, dan Tim redaksi masih memverifikasi keterangan resmi serta kronologi lengkap dari sumber lapangan.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.