Presiden Lebanon Aoun Bertemu Trump Bahas Senjata Hezbollah dan Penarikan Pasukan Israel
Berdasarkan laporan, Presiden Lebanon Aoun bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington untuk membahas kerangka kerja yang mencakup penarikan pasukan Israel dari selatan Lebanon dan pelucutan senjata kelompok Hezbollah. Menurut data, implementasi awal program zona percobaan telah dimulai di tiga desa selatan, yaitu Froun, Srifa, dan Zawtar al-Gharbiya.
Pertemuan itu, yang menurut pernyataan resmi juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, bertujuan mendapatkan dukungan Amerika untuk penempatan Tentara Lebanon di zona-zona percobaan dan untuk mendorong investasi internasional agar negara dapat mengambil alih fungsi keamanan dan pemerintahan dari kelompok bersenjata non-negara.
Hingga laporan ini ditulis, proses tersebut baru berlangsung secara terbatas dan menjadi ujian bagi kemampuan pemerintah Lebanon untuk menguasai kembali wilayah yang sebelumnya didominasi oleh Hezbollah. Israel disebut masih menginginkan pembentukan zona keamanan jangka panjang di perbatasan, sementara Hezbollah menolak negosiasi yang dimediasi AS.
Sumber lokal menyebutkan sebagian warga menyambut kehadiran Tentara Lebanon, tetapi ada pula kekhawatiran tentang potensi eskalasi jika isu pelucutan senjata dan penarikan pasukan tidak disepakati. Beberapa pengamat menilai keberhasilan uji coba di tiga desa itu menjadi syarat penting sebelum kerangka kerja dapat diperluas.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim mengenai penarikan penuh pasukan Israel maupun pelucutan total infrastruktur militer Hezbollah. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut terkait kesepakatan serta dampak keamanan dan kemanusiaan yang mungkin timbul dari pelaksanaan kerangka kerja tersebut.
Photo by: David Rado, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel