Zelenskyy Minta Keputusan Tegas di KTT NATO Usai Serangan Rusia yang Menewaskan 11 di Kyiv
Berdasarkan laporan, pada dini hari wilayah ibu kota Kyiv dilanda serangan masif rudal dan drone yang, menurut data, melibatkan lebih dari 68 rudal balistik dan sekitar 350 drone. Serangan itu menewaskan 11 orang dan melukai puluhan lainnya.
Menurut data pejabat Ukraina, ledakan beruntun menghantam bangunan-bangunan tempat tinggal bertingkat saat banyak warga sedang tidur. Sumber lokal menyebutkan beberapa gedung hunian dan infrastruktur sipil menjadi sasaran, sehingga jumlah korban materiil dan trauma warga sipil meningkat.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyerukan agar pemimpin NATO mengambil ‘keputusan tegas’ menjelang KTT yang akan digelar di Ankara minggu ini. Hingga laporan ini ditulis, Zelenskyy dan misi diplomatik Ukraina menekankan kebutuhan segera akan sistem pertahanan udara dan amunisi intersep, dengan menyoroti kekurangan interceptor Patriot yang dinilai memungkinkan rudal-rudal balistik mencapai sasaran sipil.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mendesak para pemimpin NATO untuk “melindungi anak-anak Ukraina dari teror balistik Rusia,” menyebut serangan ini sebagai salah satu yang paling brutal dengan penggunaan puluhan rudal balistik. Ia menambahkan bahwa semua keputusan terkait pertahanan udara dibutuhkan sekarang, bukan nanti.
Menurut laporan awal, Ukraina melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi Rusia, termasuk klaim mengenai kilang minyak di wilayah Yaroslavl, serta dilaporkan terjadi pemadaman listrik di wilayah Krimea yang diduduki. Belum dapat diverifikasi secara independen detail rinci tentang sasaran dan dampak serangan balasan tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tambahan dari kedua pihak.
Hingga laporan ini ditulis, otoritas setempat terus melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban. Belum dapat diverifikasi secara independen angka pasti korban dan kerusakan akhir akibat serangan ini. Sumber lokal menyebutkan suasana di beberapa kawasan masih mencekam karena ancaman serangan susulan.
Tim redaksi masih memverifikasi kronologi lengkap dan klaim terkait sasaran militer yang disebut oleh pihak Rusia. Informasi lebih lanjut akan menyusul setelah verifikasi tambahan dari sumber resmi dan independen.
Photo by: Yunus Erdogdu, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel