Trump Peringatkan Serangan Terbesar ke Iran Sementara Teheran Membalas di Teluk
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan militer “massive” terhadap Iran — yang digambarkan sebagai serangan terbesar hingga kini — setelah meningkatnya serangkaian konfrontasi di wilayah Teluk. Menurut data yang disampaikan oleh beberapa pihak, AS telah melakukan serangan berturut-turut selama 12 malam terhadap infrastruktur terkait Iran dan sedang meningkatkan penempatan pasukan khusus serta jet tempur ke kawasan. Sumber lokal menyebutkan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan aset dan infrastruktur militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain. Hingga laporan ini ditulis, ada laporan tentang gangguan operasional dan kerusakan infrastruktur, tetapi belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban jiwa. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang skala kerusakan dan target yang terkena, dan Tim redaksi masih memverifikasi rincian yang beredar. Sumber lain menyatakan kelompok Houthi di Yaman menyerang kapal tangker Saudi dan memberlakukan blokade di Laut Merah, yang dianggap menutup jalur pelayaran besar kedua setelah Selat Hormuz; menurut data pasar, harga minyak global melonjak melewati 100 dolar per barel menyusul eskalasi ini. Sekjen PBB memperingatkan situasi “mendekati ambang yang tak terbayangkan”, sementara pemerintah Inggris menyatakan kesiapan untuk membela pangkalan dan warga negaranya menyusul ancaman yang dilontarkan IRGC terhadap target di wilayah Inggris. Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan lanjutan dan perkembangan terbaru; Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim yang beredar di media sosial dan sumber tak resmi.
Photo by: Lara Jameson, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel