Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Tentara Lebanon Dikerahkan ke ‘Zona Percontohan’ di Selatan di Bawah Rencana Berbasis AS

Admin July 22, 2026 at 07:05
Tentara Lebanon Dikerahkan ke ‘Zona Percontohan’ di Selatan di Bawah Rencana Berbasis AS

Berdasarkan laporan, Tentara Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) telah memulai penempatan di tiga kota di bagian selatan negara itu sebagai bagian dari rencana kerangka kerja yang dimediasi dan didukung oleh Amerika Serikat.

Menurut data, penempatan awal terjadi di desa-desa Zawtar al-Gharbiyeh, Froun, dan Srifa. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif trilateral yang bertujuan memastikan penarikan pasukan Israel dan mendorong pemulihan kedaulatan negara Lebanon atas wilayah perbatasan.

Sumber lokal menyebutkan pasukan LAF memasuki zona-zona yang ditinggalkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan menggantikan kehadiran militer Israel di beberapa titik perbatasan. Pihak Israel, menurut laporan, menembakkan tembakan peringatan ke arah pasukan Lebanon dengan alasan pelanggaran zona keamanan; klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data, inisiatif ini juga berlangsung bersamaan dengan pertemuan di Washington antara Presiden AS dan Presiden Lebanon, di mana dukungan politik dan militer AS dijanjikan untuk membantu memperkuat kontrol negara atas wilayahnya. Namun, Hezbollah secara resmi menolak persyaratan pelucutan senjata yang tercantum dalam kerangka kesepakatan.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa yang dikonfirmasi terkait penempatan LAF di zona percontohan; klaim-klaim mengenai kontak bersenjata dan korban masih belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa pengamat memperingatkan bahwa tanpa langkah tegas untuk mencegah kegiatan militan, zona percontohan berisiko menjadi solusi sementara yang gagal.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang bertentangan dan sedang menghubungi pihak berwenang serta sumber lokal untuk konfirmasi lebih lanjut.

Photo by: Ivan Hassib, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.